Welcome to My Blog World Education

Rabu, 08 Januari 2014

SHOCK


SHOCK

Shock ialah suatu keadaan yang disebabkan oleh defisiensi sirkulasi akibat disparitas (keseimbangan) antara volume darah dengan ruang susunan vaskuler.
Shock terjadi akibat berbagai keadaan yang menyebabkan berkurangnya aliran darah dalam tubuh, termasuk kelainan jantung (serangan jantung  tau gagal jantung), volume darah yang rendah (akibat pendarahan atau dehidrasi) atau perubahan pada pembuluh darah karenan reaksi alergi atau infeksi.


SHOCK PRIMER
      Pada shock primer terjadi defisiensi sirkulasi akibat ruang vaskuler membesar karena vasodilatasi yang asalnya dari neurogen. Ruang vaskuler yang membesar mengakibatkan darah seolah olah ditarik dari sirkulasi umum dan segera masuk kedalam kapiler dan venule alat alat dalam (viscera).
      Peristiwa ini sering terjadi pada orang yang mengalami kecelakaan keras, rasa sangat nyeri  atau rangsang yang berasal dari jaringan yang rusak. Penderita menjadi sangat pucat, pingsan, sangat lemah, denyut nadi kecil dan cepat, disertai tekanan darah yang rendah. Biasanya shock hanya sebentar saja, kecuali apabila terdapat trauma yang keras, pendarahan, dalam hal ini akan terjadi shock sekunder.
Gejala shock primer :
·         Sangat pucat
·         Sangat lemah
·         Pingsan
·         Denyut nadi kecil dan cepat
·         TD rendah

SHOCK SEKUNDER
      Pada shock sekunder terjadinya gangguan keseimbangan cairan yang menyebabkan defisiensi sirulasi perifer disertai jumlah volume darah yang menurun, aliran darah yang berkurang, hemokonsentrasi dan fungsi ginjal yang terganggu. Sirkulasi yang berkurrang tidak terjadi segera setelah terkena kerusakan, tetapi beberapa waktu sesudahnya. Oleh karena itu  disebut  shock sekunder atau delayed shock .





      Gejala gejala shock sekunder ialah :
·         Lesu, lemah
·         Kulit basah
·         Vena supervisial kolaps
·         Pernapasan dangkal
·         Nadi cepat dan lemah
·         TD rendah
·         Oliguria
·         Hematemesis (pendarahan dalam lambung)

Perubahan Perubahan Shock
      Perubahan yang terjadi akibat shock terdiri  atas gangguan sirkulasi, degenerasi dan nekrosis (sel mati) pada berbagai alat tubuh. Perubahan akibat gangguan sirkulasi berupa hiperemi (bendungan cairan) dalam kapiler dan vena alat tubuh dalam torax dan abdomen, petechiae dalam rongga serosa dan odema, terkadang diperkeras lagi karena timbulnya pneumonia sekunder atau terminal.
      Dalam rongga saluran pencernaan mungkin dapat ditemukan cairan merah atau coklat akibat pendarahan lambung, pada alar dalam dapat ditemukan berbagai tingkat degenerasi dan nekrosis, terutama pada ginjal, hati, jantung, dan kelenjar adrenal. Sarang sarang nekrosis juga ditemukan pada kelenjar limfe, limpa dan pankreas.

Dampak Shock
1.      Volume darah berkurang akibat permeabilitas kapiler yang bertambah secara menyeluruh , sehingga cairan keluar dari pembuluh dan kemudian masuk kedalam jaringan.  Akibat keluar cairan ini maka terjadi pengentalan darah (hemokonsentrasi).
2.      Volume darah yang berkurang akibat darah menghilang  secara langsung pada luka luka akibat suatu pembedahan, atau menghilangnya cairan akibat diare dan muntah muntah yang banyak.
3.      Volume darah yang mengalir berkurang akibat pelebaran kapiler dan venula pada alat alat dalam, sehingga darah seolah olah ditarik atau dihisap dari sirkulasi oleh pembulh pembuluh yang melebar, sehingga darah yang mengalir kembali kedalam jantung berkurang.  Cardiak output dan volume darah yang beredar dalam sirkulasi pun berkurang.
4.      Bila volume darah berkurang, maka jumlah darah yang mmengalir dalam jaringan menjadi sedikit, sehingga mengakibatkan anoxia jaringan. Akibat anoxia, kapiler darah menjadi rusak, terjadi atoni dilatasi disretai permeabilitas yang bertambah.
Selain  itu juga terjadi pula stasis dalam pembuluh pembuluh, sehingga makin banyak darah meresap keluar dari peredaran, dengan demikian terjadilah sirkulus vitiosus sehingga disparitas antar volume darah dan ruang darah semakin lam asemakin besar. Jika shock berlangsung terus maka akhirnya tercapai suatu stadium yang tidak dapat pulih meskipun diberi pengobatan yang adekuat (kematian).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar