Welcome to My Blog World Education

Sabtu, 04 Januari 2014

Pertumbuhan dan perkembangan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Setiap mahasiswa yang hidup mengalami proses tumbuh kembang. Istilah tumbuh kembang pada manusia menunjukkan proses sel telur (ovum) yang telah dibuahi sampai mencapai status dewasa. Tumbuh berkaitan dengan perubahan ukuran atau perubahan angka/nilai yang menunjukkan ukuran-ukuran tadi. Istilah kembang berhubungan dengan aspek diferensiasi bentuk atau fungsi, termasuk perubahan emosi dan sosial. Pada tumbuh kembang seorang anak, faktor genetik yang diangggap sebagai penentu potensi bawaan saling mempengaruhi dengan faktor lingkungan yaitu antara lain infeksi, gizi, sosial, emosional, kultural, politik. (Samsudin, 2005)

Selama pubertas terdapat pertambahan berat disertai lonjikan LBM yang tiba-tiba. Kejadian ini lebih sering dijumpai pada laki-laki, berbeda dengan perubahan persen lemak tubuh terutama pada anak perempuan yang lebih tinggi. Dari penelitian ini terdapat 2/3 dari perempuan dewasa mempunyai LBM lebih besar dibanding ketika masih muda sebagaimana gambaran pada pria dewasa mempunyai persen lemak lebih besar. Sebenarnya, pengaruh jenis kelamin pada dewasa muda ada perbedaan dalam LBM. Laki-laki banding perempuan (M:F 1.4) adalah 1.4, relatif lebih besar daripada pengaruh perawakan ratio 1.08  atau berat badan dengan ratio 1.25. Nilai rata-rata baik LBM maupun lemak tubuh bergantung pada variasi berat badan. Hal ini berdasarkan pengalaman penurunan nilai LBM  di akhir tahun selama dewasa.(Sudiarti, 2011)
Jika dihitung pada saat kelahiran, berat bayi akan bertambah dua kali lipat pada bulan IV: dari 3,2 kg menjadi 6,4 kg. Setelah itu, pertumbuhan akan sedikit melambat . Berat badan bayi hanya akan bertambah sebanyak 2,3 kg setahun. Keterlambatan ini berlangsung sampai usia remaja. Setelah itu, BB akan bertambah secara mencengangkan.
Meskipun tidak sedramatis berat, tinggi badan juga bertambah : dari hanya 50cm ketika lahir menjadi 75cm ( bertambah 25cm) setelah berusia 1 tahun. Di tahunke 2 kehidupan, tinggi hanya bertambah 12-13 cm, untuk seharusnya semakin lambat sehingga mencapai usia remaja. Pada saat itu, tinggi badan akan bertambah sebanyak 16-20 cm selama  2-2 ½ tahun ( Arisman, 2007).
Tujuan ilmu tumbuh kembang adalah mempelajari berbagai hal yang berhubugan dengan segala upaya untuk menjaga dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak baik secara fisik, mental dan social. Juga menegakkan diagnosis dini setiap kelainan tumbuh kembang dan kemungkinan penanganan yang efektif, serta mencari penyebab dan mencegah keadaan tersebut ( Soetjiningsih, 2005 ).
            Dalam kehidupan anak ada dua proses yang beroperasi secara kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Banyak orang yang menggunakan istilah “pertumbuhan” dan “perkembangan” secara bergantian. Kedua proses ini berlangsung secara interdependensi, artinya saling bergantung satu sama lain. Kedua proses ini tidak bias dipisahkan dalam bentuk-bentuk yang secara pilah berdiri sendiri-sendiri; akan tetapi bias dibedakan untuk maksud lebih memperjelas penggunaannya.   Dalam hal ini kedua proses tersebut memiliki tahapan-tahapan diantaranya tahap secara moral dan spiritual. Karena pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dilihat dari tahapan tersebut memiliki kesinambungan yang begitu erat dan penting untuk dibahas maka kita meguraikannya dalam bentuk struktur yang jelas baik dari segi teori sampai kaitannya dengan pengaruh yang ditimbulkan. Setiap manusia pasti akan mengalami suatu perubahan dari masa bayi hingga dewasa. Setiap anak juga mempunyai ciri perubahan-perubahan untuk menuju ke tahap dewasa, yaitu pertumbuhan dan perkembangan dengan tahapan tertentu sesuai dengan umurnya. Jadi, seorang anak tidak bisa dikatakan sebagai remaja kecil, karena anak ituberbeda dengan orang dewasa mulai dari fisik, pola pikir dan cara berfikir yang masih dalam proses perkembangan dan pertumbuhan. Sebenarnya pertumbuhan dan perkembangan mempunyai hubungan yang erat, tapi pokok permasalahannya berbeda. Sehubungan  dengan dengan itu, masih banyak mahasiswa yang masih bingung membedakan anatara pertumbuhan dan perkembangan.     (Mukhlas,2002) 

1.2.Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
1.      Agar mahasiswa memahami pertumbuhan dan perkembangan

1.2.2    Tujuan Khusus
1.      Mahasiswa memahami pertumbuhan
2.      Agar mahasiswa memahami perkembangan
3.      Agar mahasiswa memahami perbedaan pertumbuhan dan perkembangan
4.      Agar mahasiswa memahami hubungan pertumbuhan dan perkembangan


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1    Definisi dan pengertian.

2.1.1 Definisi pertumbuhan
Pertumbuhan adalah bertambahnya jumlah dan besarna sel diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur. Sedangkan perkembangan adalah bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh, kematangan dan belajar. Pertumbuhan jugadapat diartikan bertambah besarnya ukuran sel, mereka membagi dan menyatu dengan protein, bertambahnya ukuran dan berat badan  secara keseluruhan atau sebagian ( Donna L. Wong, 1999).
Pertumbuhan (growt) berkaitan dengan perubahan dalam besar, jumlah, ukuran dan fungsi tingkat sel, organ maupun individu, yang diukur dengan ukuran berat ( gram, pound, kilogram ), ukuran panjang ( cm, meter ), umur tulang dan seimbangan metabolic ( retensi kalsium dan nitrogen tubuh ). Menurut Jellife D.B. (1899) pertumbuhan adalah peningkatan secara bertahap dari tubuh, organ dan jaringan dari masa kensepsi  sampai remaja (Supariasa, 2002).
Bukti menunjukkan bahwa kecepatan dari pertunbuhan berbeda dari pertumbuhan berbeda setiap tahapan kehidupan kerena dipengaruhi oleh komplek sitas dan ukuran dari organ serta rasio otot dengan lemak tubuh, kecepatan pertumbuhan pada saat pubertas sangat cepat dalam hal tinggi badan yang ditandai dengan perubahan otot, lemak dan perkembangan organ yang diikuti oleh kematangan seks ( Fajar, 2005).
Pertumbuhan pada umumnya terbatas pengertiannya pada perubahan-perubahan structural dan fisiologis. Sedangkan perkembangan bersangkutan erat dengan baik pertumbuhan maupun potensi-potensi dari tingkah laku yang sensitive terhadap rangsangan-rangsangan lingkungan ( Craw, 1990).

2.1.2.Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan anak, dalam ilmu biologi, tumbuh-kembang merupakan dua proses yang saling berkaitandan sulit untuk dipisahkan satu sama lain. Ciri khas seorang bayi/anak ialah bertumbuh dan berkembang. kedua istilah ini mempunyai  pengertian yang berbeda.
Tumbuh ialah proses bertambahnya ukuran berbagai organ (fisik) disebabkan karena peningkatan ukuran karena peningkatan ukuran dari masing-masing sel dalam kesatuan sel yang membentuk organ tubuh atau pertambahan, jumlah keseluruhan sel atau kedua-duanya  ( suryana, 2006)
Pertumbuhan adalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu yang bisa diukur berat (gram, pon, kilogram) ukuran panjang (cm, meter), umur, tulang, dan keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen ) ( adriana, 2011).
Pertumbuhan  merupakan bertambah jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif  dapat di ukur ( Wong, 2000 )
            Pertumbuhan adalah bertambahnya materi tubuh,untuk nilai keadaan tumbuh fisik anak dan nilai keadaan kesehatan anak tersebut. Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan ukuran atau perubahan angka/nilai yang menunjukkan ukuran-ukuran tertentu (Santoso,2009).
Pertumbuhan adalah peningkatan secara bertahap dari tubuh, organ dan jaringan dari masa konsepsi sampai remaja.Bukti menunjukkan bahwa kecepatan dari pertumbuhan berbeda setiap tahapan kehidupan karena dipengaruhi oleh kompleksitas dan ukuran dari organ serta rasio otot dengan lemak tubuh. Kecepatan pertumbuhan pada saat pubertas sangat cepat dalam hal tinggi badan yang ditandai dengan perubahan otot, lemak dan perkembangan organ yang diikuti oleh kematangan horman seks (Supariasa,2002).

2.1.3  Sifat dan ciri pertumbuhan
Dalam peristiwa perumbuhan dan perkembangan anak memiliki berbagai ciri khas yang membedakan komponen satu dengan yang lain. Pertumbuhan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.         Dalam pertumbuhan akan terjadi perubahan ukuran dalam hal bertambahnya ukuran fisik, seperti ukuran badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan, lingkar dada, dan lain-lain.
2.         Dalam pertumbuhan dapat terjadi perubahan proporsi yang dapat terlihat pada proporsi fisik atau organ manusia yang muncul mulai dari masa konsepsi hingga dewasa.
3.      Pada pertumbuhan dan perkembangan terjadi hilangnya ciri-ciri lama yang ada selama masa pertumbuhan, seperti hilangnya kelenjar timus, lepasnya gigi susu, atau hilangnya refleks-refleks tertentu.
4.      Dalam pertumbuhan terdapat ciri baru yang secara perlahan mengikuti proses kematangan, seperti adanya rambut pada daerah aksila, pubis, atau dada (narendra, 2002)

2.1.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak setiap individu akan mengalami siklus berbeda setiap kehidupan manusia. Peristiwa tersebut dapat secara cepat maupun lambat tergantung dari individu atau lingkungan. Proses percepatan dan perlambatan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
1.      Faktor Herediter
Merupakan faktor yang dapat diturunkan sebagai dasar dalam mencapai tumbuh kembang anak disamping faktor lain. Yang termasuk faktor herediter adalah bawaan, jenis kelamin ras, suku bangsa. Faktor ini dapat ditentukan dengan intensitas dan kecepatan, umur pubertas, dan berhentinya pertumbuhan tulang (hidayat, 2009).
2.      Faktor lingkungan
Faktor lingkungan merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam menentukan tercapainya dan tidaknya potensi  yang sudah dimiliki. Faktor lingkungan ini dapat meliputi lingkungan prenatal ( yaitu lingkungan dalam kandungan ) dan lingkungan postnatal ( yaitu lingkungan pada saat bayi lahir ).
a.    Lingkungan prenatal
Merupakan lingkungan dalam kandungan, mulai dari konsepsi sampai lahir yang meliputi gizi pada ibu hamil, lingkungan mekanis, zat kimia atau toksin, dan hormonal.
b.    Lingkungan postnatal
Selain faktor intrauteri terdapat lingkungan setelah lahir yang juga dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak, seperti budaya lingkungan, sosial ekonomi keluarga, nutrisi, iklim atau cuaca, olahraga, posisi dalam keluarga, dan status kesehatan ( Hidayat, 2011).
3.      Faktor hormonal
Faktor hormonal yang berperan dalam tumbuh kembang anak, anatra lain hormon somatotrotin, tiroid, dan glukokortikoid. Hormon somatotropin atau growth hormone berperan dalam memengaruhi pertumbuhan tinggi badan dengan menstimulasi terjadi proliferasi sel kartilago dan sistem skeletal. Hormon tiroid berperan menstimulasi metabolisme tubuh. Hormon glukokortikoid mempunyai fungsi menstimulasi pertumbuhan sel interstitial dari testis atau untuk memproduksi testosteron dan ovarium untuk memproduksi estrogen, selanjutnya hormon tersebut akan menstimulasi perkembangan seks, baik pada anak laki-laki maupun perempuan yang sesuai dengan peran hormonnya (Wong, 2000)
4.      Faktor internal dan eksternal
a.    Faktor internal
·         Ras/etnik/bangsa, anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika tidak memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya. Keluarga, ada kecendrungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk atau kurus.
·         Umur, kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal,tahun pertama kehidupan dan masa remaja.
·         Jenis kelamin, fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat daripada anak laki-laki. Akan tetapi setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat
·         Genetik, bawaan anak yaitu potensi anak yanbg akan menjadi ciri khasnya.
·         Kelainan kromosom, umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada sindrom down dan sindrom turner
b.    Faktor eksternal
                                       i.          Faktor prenatal
1.        Gizi
2.        Mekanis
3.        Toksin/zat kimia
4.        Endokrin
5.        Radiasi
6.        Infeksi
7.        Kelainan imunologi
8.        Anoksia embrio
9.        Psikologi ibu

                                     ii.          Faktor persalinan
1.        Gizi
2.        Penyakit kronis / kelainan congenital
3.        Lingkungan fisik dan kimia
4.        Psikologis
5.        Endokrin
6.        Sosial ekonomi
7.        Lingkungan pengasuhan
8.        Stimulasi
9.        Obat – obatan ( Adriana, 2011)

2.2 Pengertian Perkembangan
Perkembangan adalah suatu proses pematangan mejmuk yang berhubungan dengan aspek diferensiasi bentuk atau fungsi termasuk perubahan sosial dan emosi. Dengan demikian proses perkembangan berhubungan dengan aspek nonfisik seperti kecerdasan, tingkah laku dan lain-lain. Dalam Ilmu Kesehatan Anak kata perumbuhan dan perkembangan anak diartikan sebagai semua aspek kemajuan yang dicapai oleh jasad manusia dari konsepsi hingga dewasa.(Suryanah, 2006)
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang kompleks dalm pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Di sini menyangkut adanya  proses diferensiasi sel-sel tubuh, organ-organ, dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.(Adriana, 2011)
Perkembangan merupakan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuh kematangan dan belajar.(Wong, 2000)
Akhmad Sudrajat: 2008, memberikan definisi bahwa perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan yang sistematis, progesif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan-perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya. “Seseorang individu mengalami  perkembangan sejak masa konsepsi, serta akan berlangsung selama hidupnya. “ perkembangan adalah proses yang berlagsung sejak konsepsi, lahir, dan sesudahnya, di mana badan, otak,  kemampuan dan tingkah laku pada masa usia dini, anak-anak, dan dewasa menjadi kompleks dan berlanjut dengan kematangan  sepanjang hidup. Hal ini didefinisikan oleh “(Dr Siti Aminah Soepalarto, SpS (K). 2008 )”. Maka dengan kata lain dapat diartikan bahwa sepanjang hidup kita merupakan suatu rangkaian proses yang terus berlanjut, proses tersebut meliputi perkembangan (Development), Pertumbuhan (growth) serta kematangan (maturation) baik fisik maupun psikis. Tidak ada periode usia yang mendominasi perkembangan hidup.

2.2.1 Perkembangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Perkembangan selalu melibatkan proses pertumbuhan yang diikuti dari perubahan fungsi, seperti perkembangan sistem reproduksi akan diikuti perubahan pada fungsi alat kelamin.
2.      Perkembangan memiliki pola yang konstan dengan hukum tetap, yaitu perkembangan dapat terjadi dari daerah kepala menuju ke arah kaudal atau dari bagian proksimal ke bagian distal.
3.      Perkembangan memiliki tahapan yang berurutan mulai dari kemammpuan melakukan hal sedehana menuju kemampuan melakukan hal yang sempurna.
4.      Perkembangan setiap individu memiliki kecepatan pencapaian perkembangan yang berbeda.
5.      Perkembangan dapat menentukan perumbuhan tahap selanjutnya, di mana tahapan perkembangan harus dilewati tahap demi tahap.(Narendra, 2002)

Perkembangan Panca Indra
1.      Perabaan, dapat merasakan perabaan dari seseorang dan merasa enak/aman atau tidak.
2.      Penglihatan, bayi hanya dapat membedakan gelap dan terang yang lambat laun akan menjadi baik dan pada usia 1 bulan dapat mengikuti sinar. Bila sampai usia 3 bulan dapat mengikuti arah bayang-bayang sinar maka sudah tentu bayi itu buta.
§  Pada usia 0–2 bulan meskipun bayi belum dapat melihat namun ia dapat melihat suatu hal yang penting seperti wajah ibunya pada waktu menyusui.
§  Pada usia 2-4 bulan. Usia 14 minggu kedua mata bayi mulai konvergen yang membuatnya memiliki kedalaman persepsi yang lebih baik.
§  Usia  4-6 bulan. Otak pada saat ini dapat langsung mengintruksikan serta membuka dan menutup mata, kedua matanya sudah benar-benar dapat dipusatkan sehingga bila ada sesuatu yang menutup matanya ia merasa kurang nyaman.
§  Usia 6-8 bulan. Mulai dapat mengontrol anggota tubuh seperti tangan, kaki, leher dan kepala, sudah dapat menentukan hubungan waktu dan jarak, misalnya apa yang terjadi bila ia melemparkan atau menjatuhkan mainan dan bayi duduk, merangkak.
§  Pada usia 12-15 bulan umumnya bayi sudah dapat berjalan dan berdiri.
§  Usia 14 bulan-2 tahun. Pada usia ini persepsi anak mulai berkembang dan tubuhnya telah terkoordinasi dengan baik.
3.      Pendengaran, pada waktu lahir hampir belum ada pendengaran, setelah usia satu bulan baru mengetahui letak suara.
4.      Penciuman, anak kecil belum dapat membedakan antara bau busuk dan harum, mereka hanya menyatakan dengan kekhususan atau perasaan kebiasaannya.
5.      Pengecap, adalah panca indra yang paling lambat karena berkembang sesudah agak besar pada usia 1-2 tahun yaitu setelah mempunyai perasaan suka atau tidak suka ( Suryanah, 2006 ).
Perkembangan Fungsional/Keterampilan
Perkembangan fungsional atau keterampilan artinya tahap pergerakan yang terjadi karena koordinasi atau kerjasama antara bermacam-macam gerakan melalui kematangan belajar, kematangan alat-alat, tulang, sumsum, saraf, dan perubahan proporsi tubuh, maka anak telah siap untuk menggunakan tubuhnya dengan cara terkoordinasi.
Keterampilan merangkak (6-8 bulan) yang diartikan dengan dapat maju dengan menggunakan tangan dan kaki. Merangkak, badan diangkat dari dasar. Tiarap, badan masih berada pada dasar.
Keterampilan duduk (6-9 bulan) mempunyai tujuan antara lain untuk mendapatkan kebebasan bergerak terutama tangan dan bagian atas. Melaksanakan gerakan halus seperti makan, bermain, bekerja, dan lain-lain. Untuk tercapainya suatu keseimbangan badan supaya dapat duduk dengan baik diperlukan syarat-syarat; dapat mempertahankan kepala dalam posisi tegak, pergerakan dan persendian panggul, kebebasan pergerakan badan yang aktif.
Keterampilan berjalan (9-18 bulan). Berjalan adalah keterampilan khas pada manusia, merupakan gerakan refleks pada bayi baru lahir, yang akan menghilang pada usia 1-2 bulan.
1)      Usia 3 bulan bayi masih pasif, bila ditegakan pada dasar lututnya akan ditekuk tidak ada usaha untuk meluruskan
2)      Usia 6 bulan bayi akan bereaksi bila kakinya disentuhkan pada dasar, kakinya akan diluruskan dan mengankatkan badannya untuk beberapa detik
3)      Dengan kematangan/perkembangan otot-otot bay bergerak jongkok/berdiri bergantian walaupun masih dipegang
4)      Akhirnya pada usia 9 bulan bayi dapat berdiri tegak pada kedua telapak kakinya sambil berpegangan belum baik menyebabkan terjatuh kembali
5)      Dengan latihan ia berhasil berdiri lebih lama, mulailah ia merambat sambil berpegangan pada kursi dan lai-lain
6)      Sambil berpegangan pada orang tuanya kakinya mulai merangkak satu per satu meskipun keseimbangan belum baik dan koordinasi pada otot-otot dan sendi-sendi belum sempurna. Pada umumnya mulai dapat berjaln pada usia 1 tahun.
 Keterampilan manipulasi, meliputi; menutup, membuka, memegang dan sebagai pancaindra. Begitu ia dapat mengarahkan kedua tangannya ia berusaha memegang apa saja yang ada didekatnya seperti, hidung, rambut ibunya dan lain-lain (Suryanah, 2006).
Perkembangan Emosi
Kebutuhan utama adalah mendapatkan keprcayaan dan kepstian bahwa anak diterima dilingkungannnya. Kehadirannya sangat diinginkan dan dikasihi, yang nantinya menjadi dasar untuk percaya pada diri sendiri (Suryanah, 2006).
Perkembangan Sosial
Tingkah laku sosial diartikan bagaimana seorang anak bereaksi terhadap orang-orang disekitarnya, pengaruh hubungan itu pada dirinya dan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan.
Segera telah lahir, hubungan bayi dan orang disekitarnya mempunyai arti yang sangat penting. Hubungan ini melalui sentuhan kulit, yang dirasakn hangat, halus terutama melalui menyusu pada ibunya. Usia 2 bulan, bayi mulai mengenal orang yang paling dekat (ibu) mulai tersenyum, suatu cara menyatakan kesenangannya. Perasaan akan hubungan itu menandakan kebutuhan yang mendalam untuk berada diantara orang-orang yang mengasihinya (Suryanah, 2006).
Perkembangan Bahasa
Dalam 2 bulan pertama kehidupan tampak bayi masih banyak tidur. Dengan cara ini ia memberi tahu apakah ia lapar, basah atau sakit. Isyarat dipakai bayi sebagai pengganti bahasa, pada anak-anak yang lebih besar atau orang dewasa, isyarat dipakai sebagai pelengkap bahasa. Oleh karena bahasa dipelajari melalui proses meniru, maka bayi memperoleh contoh yang baik, agar ia dapat menirukan  ucapan kata-kata dengan baik. Bayi baru lahir jarang sekali menyatakan perasaan puas, perasaan puas dinyatakan pada usia lebih tua, dengan mengeluarkan suara bernada rendah (Suryanah, 2006).
Perkembangan Bicara
Usia 6-7 minggu, mengeluarkan  suara yang tidak mengandung arti. Usia 1-1 1/2 tahun, anak mengucapkan satu  kata, sering untuk menyatakan bermacam-macam benda atau maksud. Untuk tiap-tiap benda selalu ia ingin tau apa namanya. Anak selalu berusaha mendekati bentuk bahsa yang lebih baik, ia sudah menggunakan akhiran dan awalan dan kalimat berita (Suryanah, 2006).

2.3 Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan menunjuk pada arti yang kuantitatif / jasmaniah, misalnya bertambah besar badan si anak, panjang tangan dan kaki, lingkar kepala, dll. Sedangkan perkembangan mengandung arti yang kwalitatif / psikologis, misalnya perkembangan berpikir, kemampuan penyesuaian dan bahasa.( Siti Rahayu H,1992)
Pertumbuhan dan perkembangan sebagai perubahan secara fisiologis, sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat, dalam passage (peredaran waktu) tertentu. Dan perkembangan didefinisikan sebagai perubahan-perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi psikid dan fisik pada anak.(Kartika kartono,2000)
Pertumbuhan pada umumnya terbatas pengertiannya pada perubahan-perubahan struktural dan fifiologis. Sedangkan perkembangan bersangkutan erat dengan baik pertumbuhan maupun potensi-potensi dari tingkah laku yang sensitif terhadap rangsangan-rangsangan lingkungan.(Crow and Crow,1989)
Pertumbuhan diartikan sebagai suatu pertambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensif tubuh serta sebagainya. Sedangkan perkembangan menunjuk pada perubahan-perubahan dalam bentuk / bagian tubuh integrasi pelbagai bagiannya ke dalam satu kesatuan fungsional bila pertumbuhan itu berlangsung.( Drs. H. M. Arifin, M. Ed,1982)

2.4 Hubungan antara pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan dipengaruhi oleh jumlah dan macam makanan yang dikonsumsi tubuh. Hubungan antara makanan yang dikonsumsi tubuh dan pertumbuhan badan menjadi perhatian para ahli gizi. Namun kenyataannya pertumbuhan tubuh tidak hanya dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi saja tetapi juga proses sosial.
Dengan perkataan lain, pertumbuhan tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah dan kualitas makanan saja, tetapi juga sejauh mana makanan tersebut dapat diasimilasi dan dipergunakan tubuh. Baik tidaknya makanan tersebut dapat diserap tubuh tergantung pula oleh taraf kesehatan anak. Anak yang sedang diare, tentu badan tidak akan tumbuh menyerap makanan dengan baik. Pertumbuhan anak juga dipengaruhi perkembangan sosial, psikologis, dan oleh kualitas hubungan anak dengan pengasuh yang bebas dari stres.
Perkembangan anak tidak sama dengan pertumbuhannya. Keduanya (pertumbuhan dan perkembangan) memang benar saling berkaitan dan dalam penggunaan kedua pengertian tersebut seringkali dikacaukan satu sama lain. Bila pertumbuhan menjelaskan perubahan dalam ukuran, sedangkan perkembangan adalah perubahan dalam kompleksitas dan fungsinya.Seorang anak sudah dapat melihat sejak lahir. Seorang anak sudah dapat berkomunikasi sejak lahir dengan menangis, ekspresi muka dan gerakan-gerakan. Oleh karena itu, sejak lahir sebaiknya para orang tua diberi keterampilan untuk mengembangkan perkembangan anak, dengan membantu orang tua agar lebih tanggap dan melakukan komunikasi dengan anak. Apabila anak berinteraksi dengan lingkungan berarti sekaligus anak dipengaruhi dan memengaruhi lingkungan. Dengan demikin hubungan anak dengan lingkungan, bersifat timbal balik, baik yang bersifat perkembangan psikologis maupun pertumbuhan dan perkembangan fisik.
Perkembangan kognitif dan sosial dipengaruhi oleh pertumbuhan sel otak dan perkembangan hubungan antar sel otak. Kondisi kesehatan dan gizi anak walaupun masih dalam kandungan ibu akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Walaupun semua anak memiliki kebutuhan dasar tertentu, secara individual masing-masing anak memiliki kebutuhan yang sifatnya pribadi. Juga dikatakan bahwa semua anak berkembang, tetapi beberapa anak berkembang lebih cepat sedang yang lain lebih lambat.       ( Djamarah,2002)



2.4.1 Tahapan pertumbuhan dan perkembangan
Dalam tahap pencapaian pertumbuhan dan perkembangan, anak dapat dikelompokan kedalam dua kelompok besar yakni kelompok usia 0-6 tahun yang berbagi menjadi tahap pranatal yang terdiri dari masa embrio ( mulai konsepsi-98 minggu ) dan masa fetus ( 9 minggu sampai lahir ), tahap pra sekolah ( 3-6 tahun ), dan kelompok usia 6 tahun keatas  yang terbagi dalam masa pra remaja ( 6-10 tahun ) dan masa remaja ( 10-18/10 tahun ) ( Hidayat, 2009 ).
1.      Pertumbuhan dan perkembangan masa prenatal
Masa prenatal terdiri dua fase yaitu fase  embrio dan fase fetus, pada fase embrio pertumbuhan dimulai pada 8 minggu pertama dengan terjdi defensiasi yang cepat dari ovum menjadi suatu organisme dan terbentuknya manusia. Pada minggu kedua terjadi pembelahan sel dan terjadi pemisah-misahan jaringan antara edoterm dan ectoderm, pada minggu ketiga terbentuk lapisan mesoderm. Pada masa ini sampai umur tujuh minggu belum tampak terjadi gerakan yang menonjol hanya denyut jantung janin sudah mulai dapat berdenyut sejak 4 minggu. Masa fetus terjadi antara minggu ke 12 sampai 40 terjadi peningkatan fungsi organ yaitu bertambah ukuran panjang dan berat badan terutama pertumbuhan dan penambahan jaringan subcutan dan jaringan otot. ( Hidayat, 2011 ).
2.      Pertumbuhan dan perkembangan post natal
a.       Masa neonates ( 0-28 )
Pertumbuhan dan perkembangan post natal atau dikenal dengan pertumbuhan setalah lahir ini di awali dengan  masa neonates ( 0-28 hari ) nya merupakan masa terjadi kehidupan yang baru dalam ekstrauteri,  dengan terjadi proses adaptasi semua system organ tubuh, proses adaptasi dari organ tersebut dimulai dan aktivitas pernapasan yang disertai pertukaran gas dengan frekuensi pernafasan antara 35-50 kali permenit, penyesuaian denyut jantung antara 120-160 kali permenit, dengan ukuran jantung lebih besar apabila dibandingkan dengan rongga dada, kemudian terjadi aktivitas ( pergerakan ) bayi yang dimulai meningkat untuk memenuhi kebutuhan gizi seperti menangis, memutar kepala, menghisap dan menelan. Perubahan selanjutnya sudah dimulai proses pengeluaran tinja yang terjadi dalam waktu 24 jam yang terdapat mekonium. Hal tersebut akan dilanjutkan proses defekasi seperti dari proses ekskresi dari apa yang dimakan( ASI ) frekuensi untuk defekasi tersebut dapat berkisar antara 3-5 kali seminggu, akan tetapi juga banyak dijumpai pada bayi yang mengalami konstipasi pada bayi dengan PASI.
Perubahan pada fungsi organ yang lain seperti ginjal belum sempurna. Urine masih mengandung sedikit protein dan pada minggu pertama dan dijumpai urine warna merah muda karena banyak mengandung senyawa urat. Kemudian kadar hemoglobin darah tepi pada neonates berkisar antara 17-19/dl, kadar hematokrit saat lahir adalah 52%, terjadi peningkatan kadar leukosit sekitar 2.500-30.000/ul dan setelah umur satu minggu akan terjadi penurunan hingga kurang dari 14.000/ul. Keadaan fungsi hati pun masih relative imatur dalam memproduksi factor pembakuan sebab belum terbentuknya flora usus yang akan berperan dalam absorbs vitamin K, kemudian adanya kekebalan bayi oleh karena adanya kekebalan bayi oleh karena adanya imunoglobulin( Hidayat, 2009).
b.      Masabayi ( 28 hari- 1 tahun )
Pada masa bayi hingga satu tahun dalam pertumbuhan dan perkembangan dapat dikelompokkan menjadi tiga tahap, tahap pertama adalah 1-4 bulan, tahap kedua 4-8 bulan, tahap ketiga adalah 8-12 bulan ( Hidayat, 2009).
c.       Masa anak 1-2 tahun
Pertumbuhan dan perkembangan pada tahun kedua pada anak akan mengalami beberapa perlambatan dalam perumbuhan fisik, dimana pada tahun kedua anak akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 1,5-2,5 kg dan panjang badan 6-10 cm, kemudian pertmbuhan otak juga akan mengalami perlambatan yaitu kenaikan lingkar kepalanya 2 cm, untuk pertumbuhan gigi terdapat tambahan 8 buah gigi susu termasuk gigi geraham pertama, dan gigi taring sehingga seluruhnya berjumlah 14-16 buah.
d.      Masa Prasekolah
Pada pertumbuhan masa prasekolah pada anak pertumbuhan fisik khusunya berat badan mengalami kenaikan rata-rata pertahun adalah 2 kg, kelihatan kurusakan tetapi aktivitas motorik tinggi, dimana system tubuh sudah mencapai kematangan seperti berjalan, melompat dan lain-lain. Pada pertumbuhan khususnya ukuran tinggi badan anak akan bertambah rata-rata 6,75-7,5 cm setiap tahunnya. ( Hidayat, 2009)
Pada masa ini anak mengalami proses perubahan dalam pola makan di mana anak pada umumnya mengalami kesulitan untuk makan. Proses eliminasi pada anak sudah mulai menunjukkan perkembangan dan anak sudah mempersiapkan diri untuk memasuki sekolah dan tampak sekali kemampuan anak membutuhkan pengalaman belajar dengan lingkungan dan orang tuanya. Sedangkan perkembangan psikososial pada anak sudah menunjukkan adanya rasa inisiatif, konsep diri yang positif serta mampu mengidentifikasi identitas dirinya ( Hidayat, 2009 ).


e.       Masa usia sekolah ( 6-12 tahun )
Pada usia ini anak disebut juga periode intelektual, Karena  merupakan tahap pertama anak menggunakan sebagian waktunya untuk mengembangkan kemampuan intelektualnya. Anak usia ini sedang belajar di Sekolah Dasar( SD) dan mendapatkan pelajaran tentang Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS). Perhatian anak sedang ditujukkan kepada dunia pengetahuan tentang dunia dan alam sekelilingnya, serta senang sekali membaca tentang cerita petualangan yang menambah pengalamannya. Pada usia ini terjadi perubahan-perubahan dari usia sebelumnya, diantaranya ialah :
a.    Minat
b.   Kesempurnaaan
c.    Bermain
d.   Permasalahan
e.    Moral
f.    Hubungan keluarga
g.   Salah didikan ( Suryanah, 2006 ).
f.       Masa remaja ( pubertas 12-18 tahun )
Masa remaja ini di golongkan dalam 3 periode sesuai dengan tingkat usia :pubertas, ataupun berat atau akil balik ;
a.    Masa remaja usia 12-14 tahun
b.   Masa remaja awal atau pubertas usia 14-17tahun
c.    Masa remaja akhir atau remaja usia 18-21 tahun. Di bagian ruang perawatan anak rumah sakit dr. Cipto Mangunkusumo batasan usia pasien anak adalah 18 tahun, lebih dari usia tersebut pasien dirawat di ruang perawatan dewasa ( Suryanah, 2006 ).

2.5 Hubungan status gizi dengan pertumbuhan dan perkembangan
            Untuk mencapai tumbuh kembang yang baik diperlukan nutrisi yang adekuat. Makanan yang kurang baiak secara kualitas maupun kuantitas akan menyebabkan gizi kurang. Keadaan gizi kurang dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan, khusus pada perkembangan dapat mengakibatkan perubahan struktur dan fungsi otak. Otak manusia mengalami perubahan struktural dan fungsional yang luar biasa antara minggu ke 42 setelah konsepsi. Perkembangan usia ini berlanjut setelah lahir hingga usia 2 atau 3 tahun. Dengan demikian pertumbuhan sel otak berlangsung sampai usia 3 tahun.
            Kekurangan gizi pada usia dibawah 2 tahun akan menyebabkan sel otak berkurang 15%-20%, sehingga anak dikemudian hari mempunyai kualitas otak sekitar 805-85%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status gizi dengan peekembangan anak usia 1-2 tahun khususnya di daerah pedesaan di wilayah Kabupaten Bandung, sehingga dapat diketahui besarnya masalah dan dapat diperkirakan kebutuhan apa yang diperlukan untuk mengatasinya.( Gunawan,2000)
TEORI-TEORI PERKEMBANGAN ANAK
            Perkembangan Kognitif (Piaget)
            Perkembangan kognitif pada anak menurut Piaget membagi dengan 4 tahap,diantaranya:
1.      Tahap sensori motor, (umur 2 tahun) dengan perkembangan kemampuan sebagai berikut anak mempunyai kemampuan dalam mengasimilasi dan mengakomodasi informasi dengan cara melihat, mendengar, menyentuh, dan aktivitas motorik.
2.      Tahap praoperasional, (umur 2-7 tahun) dengan perkembangan kemampuan sebagai berikut anak belum mampu mengoperasionalisasikan apa yang dipikirkan melalui tindakan dalam pikiran anak, perkembangan anak masih bersifat egosentrik, seperti dalam penelitian Piaget selalu menunjukan egosentrik seperti anak akan memilih sesuatu atau ukuran yang besar walaupun isi sedikit.
3.      Tahap kongkret, (7-11 tahun) dengan perkembangan kemampuan sebagai berikut anak sudah meamandang relistis dari dunianya dan mempunyai anggapan yang sama dengan orang lain, sifat egosentrik sudah mulai hilang sebab anak  mempunyai pengertian tantang keterbatasan diri sendiri.
4.      Formal operasional, (lebih dari 11 tahun) dengan perkembangan kemapuan sebagai berikut perkembanag pada masa ini sudah terjadi dalam perkembangan dengan membentuk gambaran mental dan mampu menyelesaikan aktivitas dlam pikiran, mampu menduga dan memperkirakan dengan pikiran yang abstrak.
Perkembangan Psikosexual Anak (Freud)
Dalam perkembangan psikoseksual anak dapat melalui tahapan sebagai berikut:
1.      Tahap oral terjadi pada umur 0-1 tahun dengan perkembangan sebagai berikut ke[uasan dan kesenangan, kenikmatan dapat dimulai dengan cara mmenghisap, menggigit, mengunyah atau bersuara, ketergantungan sangat tinggi dan selalu minta dilindungi untuk mendapatkan rasa aman.
2.      Tahap anal terjadi pada umur 1-3 tahun dengan perkembangan sebagai berikut. Kepuasan pada fase ini adalah pada pengeluaran tinja, anak akan menunjukkan keakuannya dan sikapnya sangat narsistik yaitu cinta terhadap dirinya sendiri dan sangat egoistik,mulai mempelajari struktur tubuhnya.
3.      Tahap odiepal / phalik terjadi pada umur 3 – 5 tahun dengan perkembangan sebagai berikut. Kepuasan pada anak terletak pada rangsangan autoerotic,yaitu meraba ,merasakan kenikmatan dari beberapa daerah erogennya.
4.       Tahap laten terjadi pada umur 5 – 12 tahun,dengan perkembangan sebagai berikut. Kepuasan anak mulai terintegrasi,anak masuk dalam masa pubertas dan berhadapan langsung pada tuntutan sosial seperti suka hubungan dengan kelompoknya atau sebaya,dorongan libido mulai mereda.
5.      Tahapan Genital terjadi pada umur lebih dari 12 tahun dengan perkembangan kepuasan anak pada fase ini akan kembali bangkit dan mengarah pada perasaan cinta yang matang terhadap lawan jenis
Perkembangan psikososial anak (erikson)
1.      Tahap percaya dan tidak percaya terjadi pada umur 0 -1 tahun (bayi) dengan perkembangan sebagai berikut. Sudah terbentuk rasa percaya kepada seseorang baik orang tua atau orang yang mengasuhnya. Kalau salah mengasuh atau merawat, timbul rasa tidak percaya
2.      Tahap kemandirian,rasa malu dan ragu terjadi pada umur 1 – 3 tahun
3.      Tahap inisiatif,rasa bersalah terjadi pada umur 4 – 6 tahun
4.      Tahap rajin dan rendah diri terjadi pada umur 6 – 12 tahun
5.      Tahap identitas dan kebingungan peran terjadi pada masa adolesence
6.      Tahap keintiman dan pemisahan, terjadi pada masa dewasa muda
7.      Tahap genetasi dan penghentian, tetjadi pada dewasa pertengahan
8.      Tahap integritas dan keputusasaan, terjadi pada masa dewasa lanjut.
Perkembangan Psikomoral Anak (Kohlberg)
Tahap psikomoral menurut Kohlberg  meliputi:
1.      Tahap orientasi hukum kebutuhan pada tingkat pemikiran pra konvensional
2.      Tahap orientasi relativitas dan instrumental pda tingkat pemikiran pra konvensional
3.      Tahap orientasi masuk kelompok (hubungan dengan orang lain) pada tingkat pemikiran konvensional
4.      Tahap orientasi hukum dan ketertiban pada tingkat pemikiran konvensional
5.      Tahap orientasi kontrak sosial tingkat pemikiran post kontroversial otonom/berprinsip
6.      Tahap orientasi azas etika universal pada tingkat pemikiran post kontroversial otonom/berprinsip.

2.5.1. Masalah gizi pada anak
1.      Anemia defisiensi besi
Keadaan ini terjadi karena terlalu  sedikit kandungan zat besi dalam makanan, terutama pada anak yang terlalu banyak mengkonsumsi susu sehingga mengundurkan keinginan untuk menyantap makanan lain.
2.      Karies gigi
Lubang gigi sering terjadi pada anak,karena terlalu sering makan cemilan yang lengket dan banyak mengandung gula. Upaya mencegah karies yaitu menggosok gigi dengan pasta gigi berfluorida, disamping tidak mengkonsumsi makanan bergula.
3.      Penyakit kronis
Penyakit yang tidak menguras cadangan energi sekalipun, jika berlangsung lama dapat mengganggu pertumbuhan karena menghilangkan nafsu makan anak. Di samping itu, ada pula jenis penyakit yang menguras cadangan zat gizi, misalnya, campak yang menghabiskan cadangan vitamin A.
4.      Berat badan berlebih
Jika tidak teratasi, berat badan berlebih akan berlanjut sampai remaja dan dewasa. Sama seperti orang dewasa, kelebihan berat badan anak terjadi karena ketidakseimbangan antara energi yang masuk dengan keluar, terlalu banyak makan, terlalu sedikit olahraga, atau keduanya.
5.      Pica
Orang yang mengonsumsi sesuatu bukan makanan, semisal perca dan debu, tergolong kedalam pica. Pica harus dibedakan dengan kebiasaan anak, terutama batita, memasukkan barang kedalam mulut.
6.      Televisi
Sesungguhnya bukan televisi yang menimbulkan masalah gizi, melainkan dampak tayangnya, terlebih iklan yang dlakonkan oleh anak. Satu-satunya cara yang efektif  untuk menghindarkan tayangan buruk itu dengan  mematikan TV atau memindahkan ke saluran lain, yaitu saluran yang tidak menayangkan iklan ketika iklan yang tidak diinginkan itu tampil di layar TV.
7.      Berat badan kurang
            Kekurangan berat yang berlangsung pada anak yang sedang tumbuh merupakan masalah serius. Sama seperti masalah kelebihan berat, langkah penanganan harus didasarkan pada penyebab serta kemungkinan pemecahannya.
8.      Alergi
Alergi makanan tidak jarang terlihat pada anak (5-8%) dan dewasa (1-2%), terutama mereka yang memiliki riwayat keluarga sebagai penderita alergi (Niestijl et al, 2004). Alergi juga dapat mereda sejalan dengan pertambahan usia, kecuali mereka yang bersifat atopik.
9.      Penilaian status gizi
Penilaian status gizi anak serupa dengan penilaian pada periode kehidupan lain. Pemeriksaan yang perlu diperhatikan pada bentuk kelainan yang bertalian dengan kejadian penyakit tertentu. Oleh karena itu, pemeriksaan terhadap tanda dan gejala ke arah sana termasuk pula kelainan lain yang menyertainya, perlu dipertajamkan.
10.  Pemantauan pertumbuhan
Pertumbuhan anak dapat diamati secara cermat dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) balita. KMS berfungsi sebagai alat bantu pemantauan gerak pertumbuhan, bukan menilai status gizi. KMS bukan sekedar alat bagi petugas kesehatan, tetapi juga sebagai media komunikasi dan pendidikan para ibu ( Arisman, 2007).

2.6.2 Gangguan tumbuh kembang yang disebabkan kurang gizi
Masalah tumbuh kembang anak merupakan masalah yang perlu diketahui sejak konsepsi hingga dewasa yang menurut WHO sampai usia 18 tahun sedang menurut UU Kesejahteraan Anak RI No.14 tahun 1979 sampai dengan usia 21 tahun sebelum menikah. Ada beberapa masalah yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak diantaranya:

1.      Gagal tumbuh (failure to thrive)
Merupakan kegagalan untuk tumbuh di mana sebenarnya anak tersebut lahir dengan cukup bulan akan tetapi dalam pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya mengalami kegagalan pertumbuhan fisik dengan malnutrisi dan retardasi perkembangan sosial atau motorik.
2.      Gangguan makan
Gangguan makan pada anak sering kali kita jumpai pada masyarakat awam yang belum memahami prosedur pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak dan memahami ppentingnya nutrisi pana anak, gangguan makan pada anak yang sering kita temukan seperti penolakan makan, pika, gangguan regurgitasi pada masa bayi, anoreksia nervosa, dan bulimia.
3.      Gangguan tidur
Merupakan gangguan yang dialami anak selama tidur, gangguan ini dapat mempengarhi pertumbuhan dan perkembangan pada anak apabila gangguan ini berlangsung lama dan terus menerus.
4.      Enuresis fungsional
Merupakan gangguan dalam pengeluaran urine yang involunter pada waktu siang atau malam hari pada anak yang berumur lebih dari empat tahun tanpa adanya kelainan fisik maupun penyakit organik.Keadaan ini jika berlangsung lama dan panjang akan meganggu tugas dalam perkembangan anak.
5.      Enkopresis fungsional
Merupakan gangguan dalam pengeluaran tinja yang tidak terkontrol pada anak yang terjadi secara berulang-ulang tanpa adanya konstipasi tanpa adanya penyebab organik pada anak yang berumur lebih dari empat tahun. Kondisi tersebut apabila dibiarkan terlalu lama dapat meganggu dalam proses pertumbuhan dan perkembangan pada anak.
6.      Gagap
Merupakan gangguan dalam arus bicara pada anak yang ditandai dengan adanya npengulang suara, suku kata atau terjadi bloking dalam bicara. Kondisi tersebut apabila berlangsung lama pada masa pra sekolah dapat menyebabkan gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangan.
7.      Mutisme efektif
Merupakan gangguan bicara pada anak yang ditandai dengan menolak untuk berbicara pada situasi sosial seperti sekolah, di tempat-tempat umum, keadaan demikian disebabkan oleh karena gangguan psikologis pada anak, beberapa ahli mengatakan bahwa mutisme efektif digunakan anak dalam rangka mengurangi perasaan yang takut tetapi ada juga sebagai untuk menarik perhatian agar selalu diperhatikan.
8.      Gangguan perkembangan spesifik
Merupakan keterlambatan dalam hal membaca dan menulis keadaan tersebut disebut dengan disleksia yang artinya kesulitan dengan kata atau bahasa, biasanya ditandai dengan kesalahan dalam membaca seperti mami dibaca imam dan anak sulit membedakan kanan dan kiri dan lain-lain, untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan terapi wicara.
9.      Retardasi mental
Merupakan gangguan dalam  perkembangan di mana terjadi gangguan dalam fungsi  intelektual yang sub normal adanya prilaku adaptif sosial dan timbul pada masa perkembangan yaitu di bawah umur 18 tahun.
Terjadinya retardasi dapat disebabkan beberapa faktor di antara faktor genetik atau  juga kelainan dalam  kromosom, faktor ibu selama hamil di mana terjadi gangguan dalam gizi atau penyakit pada ibu seperti rubella, atau adanya virus lain atau juga faktor setelah  lahir di mana dapat  terjadi kerusakan otak apabila terjadi  infeksi seperti terjadi meningitis, ensefalitis, dan lain-lain.
10.  Autisme
Autisme merupakan suatu  keadaan anak dapat berbuat semaunya sendiri baik cara berfikir atau berprilaku ( Hidayat, 2009).
Gangguan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
Masalah yang sering timbul dalam pertumbuhan dan perkembangan anak meliputi:
1.       Gangguan Pertumbuhan Fisik
Gangguan pertumbuhan fisik meliputi ganguan pertumbuhan diatas normal dan gangguan pertumbuhan dibawah normal.
Apabila grafik berat badan anak lebih dari 120% kemungkinan anak mengalami obesitas atau kelainan hormonal; sementara itu apabila grafik berat badan dibawah normal kemungkinan anak mengalami kurang gizi, menderita penyakit kronis, atau kelainan hormonal.(Soetjiningsih, 2003)
Tuli pada anak dapat disebabkan karena faktor prenatal dan post natal. Faktor prenatal antara lain genetik dan infeksi TORCH yang terjadi selama kehamilan, sedangkan faktor post natal yang sering mengakibatkan ketulian adalah infeksi bekteri atau virus yang terkait dngan otitis media. (Adriana, 2011)
2.      Gangguan Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik yang lambat dapat disebabkan oleh beberapa hal. Salah satu penyebabnya adalah kelainan tonus otot atau penyakit neuromuskuler. Kelainan sumsus tulang belakang seperi spinan bifida juga dapat menyebabkan perkembangan motorik sebagai akibat spastisitas, athetosis, ataksia, atau hipotonia, serta dapat juga menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik.
3.      Gangguan Perkembangan Bahasa
Kombinasi seluruh sistem perkembangan anak. Kemampuan bahasa melibatkan kemampuan motorik, psikologis, emosional, dan prilaku. (Widyastuti, 2008).
Gangguan Perkembangan bahasa pada anak dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, yaitu faktor genetik, gangguan pendengaran, intelegensi rendah, kurangnya interaksi anak dengan lingkungan, maturasi yang terlambat, dan faktor keluarga.
Gangguan perkembangan bahasa juga dapat disebabkan karena adanya tekanan dari orang tua agar anak dapat bicara jelas. (Soetjiningsih, 2003)
4.      Gangguan Emosi dan Prilaku
Selama tahap perkembangan, anak juga dapat mengalami berbagai ganguan yang terkait dengan psikatri. Kecemasan adalah salah satu gangguan yang muncul pada anak dan memerlukan suatu intervensi khusus apabila mempengaruhi interaksi sosial dan perkembangan anak. Contoh kecemasan yang dialami anak adalah fobia sekolah, kecemasan berpisah, fobia sosial, dan kecemasan setelah mengalami trauma.

















BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan















                       





Tidak ada komentar:

Posting Komentar