RADANG
Pengertian
Radang
Bila
jaringan cedera misalnya karena terbakar, teriris, atau karena infeksi oleh
kuman, maka pada jaringan ini akan terjadi reaksi yang menyebabkan musnah nya
agens yang membahayakan jaringan atau yang mencegah agens ini menyebar lebih
luas. Reaksi-reaksi ini kemudian juga menyebabkan jaringan yang diperbaiki atau
diganti dengan jaringan baru.
Korban
kebakaran yang luas, sering sekali banyak cairan plasma yang keluar dari
kapiler-kapiler sehingga penderita kebakaran perlu di tolong dengan pemberian
cairan plasma secara intervena. Hal ini menyebabkan bahwa cairan ini mengalir
melalui saluran-saluran limfe. Pada kebakaran saluran-saluran limfe akan tetap
terbuka yaitu karena jaringan yang terbakar tidak menimbulkan tromboplastin sehingga
tidak terjadi koagulasi eksudat. Bila pada radang saluran-saluran limfe tidak
tersumbat, maka aliran cairan limfe akan memudahkan menyebarnya kuman-kuman
sehingga masuk ke dalam sirkulasi darah dan terjadi septikemi (adanya kuman
dalam darah).
Radang
adalah suatu proses reaksi tubuh yang ditimbulkan oleh agens yang masuk dan
keluar dari dalam tubuh.
Tanda-tanda
radang :
·
Tumor (bengkak)
Disebabkan oleh bendungan cairan
(hiperemi) dan sebagian besar oleh eksudat yang terjadi pada radang.
·
Rubor (merah)
Terjadi karena jaringan yang
meradang mengandung banyak darah akibat kapiler-kapilernya melebar dan
kapiler-kapiler yang tadinya kosong menjadi berisi darah.
·
Dolor (nyeri)
Disebabkan oleh pengaruh zat pada
ujung saraf perasa yang dilepaskanoleh sel yang cedera, zat ini mungkin
histamin. Rasa nyeri juga disebabkan oleh tekanan yang meninggi dalam jaringan
akibat terjadi nya eksudat.
·
Calor (panas)
Akibat sirkulasi darah yang
meningkat. Naiknya suhu ini tidak melebihi suhu rektum sehingga diambil
kesimpulan bahwa peningkatan metabolisme tidak seberapa menyebabkan kenaikan
suhu.
·
Functio laessa (terganggu fungsi).
Agens
yang menyebabkan terjadinya cedera pada jaringan, yang kemudian di ikuti oleh
radang, ialah kuman, benda seperti pisau, peluru, dan sebagainya. Suhu seperti
panas atau dingin juga menyebabkan cedera pada jaringan, berbagai jenis sinar
seperti sinar ultraviolet, sinar X, listrik, zat-zat kimia juga bisa
menyebabkan cedera pada jaringan.
Cedera jaringan disebabkan karena mesenterium menjadi
kering. Mula-mula tampak arteriol dan kapiler melebar sehingga aliran darah
didalam nya menjadi cepat.Begitu pula
kapiler-kapiler yang tadinya tidak berisi darah karena melebar dapat terlihat
berisi darah. Karena pelebaran kapiler-kapiler ini maka bila dilihat dengan
mata, mesenterium menjadi berwarna merah.
Permeabilitas
Dinding kapiler
Kapiler yang sehat permeabilitas dindingnya terbatas,
yaitu dapat dilalui oleh cairan dan larutan
garam, tetapi sukar dilalui oleh larutan protein yang berupa koloid. Cairan yang
masuk ke dalam jaringan sehingga menyebabkan
jaringan menjadi sembab (edema).
Mekanisme
Radang
1. Terjadinya
cedera jaringan berupa degenerasi (kemunduran) atau kematian jaringan
(nekrosis)
2. Terjadi
perubahan kapiler yang disertai oleh cedera dinding kapiler
3. Terkumpulnya
cairan plasma, sel darah dan sel jaringan pada tempat radang yang disertai oleh
proliferasi sel jaringan makrofag, fibroblas.
4. Terjadinya
proses fagositosis
5. Terjadinya
perubahan-perubahan imunologik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar