SUMBER SUMBER PENDUKUNG
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Definisi Simkes
Sistem Informasi manajemen kesehatan merupakan tatanan
berbagai komponen
data dan informasi kesehatan yang saling terkait satu dengan yang lainnya
untuk menghasilkan data dan informasi tentang kondisi kesehatan dan kinerja kesehatan
di suatu wilayah (Tiar 2009).
Kadang disebut juga sistem informasi kesehatan (SIK) atau healthinformation system (HIS).
Dalam bahasan tentang administrasi atau manajemen secara umum, materi tentang sistem informasi manajemen jarang dibahas tersendiri
secara khusus, karena pada umumnya unsur-unsurnya dianggap sudah terintegrasi (build-in) di
dalam hampir semua fungsi, unsur atau komponen dari sistem manajemen organisasi secara keseluruhan, karena dalam setiap tahap pengambilan keputusan dalam proses manajemen hampir selalu memerlukan dukungan data informasi.
Sistem informasi kesehatan dikembangkan untuk mendukung
manajemen kesehatan yang
merupakan
bagian dari sistem kesehatan. Sistem informasi manajemen kesehatan sebagai sub sistem dalam sistem administrasi kesehatan merupakan kesatuan/rangkaian kegiatan-kegiatan yang mencakup seluruh jajaran upaya kesehatan diseluruh jenjang administrasi yang mampu
memberikan
informasi kepada:
· Pengelola, yaitu para administrator atau manajer kesehatan untuk dasar pertimbangan menentukan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam menjalankan fungsi-fungsi administrasinya.
· Masyarakat, dalam upaya untuk meningkatkan kemampuannya untuk menolong dirinya sendiri dalam memenuhi kebutuhan kesehatannya. Sumber daya
organisasi
antara
lain man, money, macine,
method, material, dan juga data/informasi. Peran utama dari data/informasi pada hakekatnya adalah pada dukungannya terhadap fungsi-fungsi administrasi/manajemen dalam pengelolaan program kesehatan. Dalam kehidupan sehari-hari
dapat kita rasakan bagaimana sulitnya menentukan kebijakan
atau pengambilan keputusan yang baik
bila data/informasi yang akan dipakai
untuk mendasarinya kurang atau
tidak cukup tersedia. Tanpa dukungan data/informasi yang baik kebijakan yang kita ambil akan kurang tepat atau keliru.
A. Otomatisasi
Perkantoran
1. Pengertian Otomatisasi Perkantoran
Otomatisasi Perkantoran adalah semua sistem informasi formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi kepada dan dari orang yang berbeda didalam maupun di luar perusahaan. Dengan kata lain otomatisasi perkantoran merupakan sebuah rencana untuk menggabungkan teknologi tinggi melalui perbaikan proses pelaksanaan pekerjaan. Asal mula otomatisasi perkantoran di awal 1960-an, ketika IBM menciptakan istilah word-processing untuk menjelaskan kegiatan devisi mesin TIK listriknya. Bukti nyata, pada tahun 1964-an, ketika IBM memasarkan mesin yang disebut Magnetic Tape/Selectric Type writer (MT/ST) yaitu mesin ketik yang dapat mengetik kata-kata yang telah
direkam dalam pita magnetik secara otomatis. Kata "Otomatisasi" ini
sendiri memiliki pengertian penggunaan mesin untuk
menjalankan tugas fisik yang biasa dilakukan oleh manusia. Otomatisasi kantor
biasanya dikenal dengan istilah Office Automation (OA).
2. Tujuan
Otomatisasi Perkantoran
OA atau Office Automation bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja melalui:
· Meminimalkan/Penghindaran Biaya, Komputer tidak
menggantikan pekerja saat ini, tetapi komputer menunda penambahan pegawai yang
diperlukan untuk menangani beban kerja yang bertambah.
· Pemecahan Masalah Kelompok, Otomatisasi kantor dapat memberikan kemampuan
antara manajer untuk saling melakukan komunikasi dengan lebih baik selagi
mereka memecahkan masalah.
· Pelengkap Bukan Pengganti, OA tidak akan menggantikan semua komunikasi interpersonal tradisional-percakapan tatap muka, percakapan telepon, pesan tertulis pada memo, dan sejenisnya.
· Penggabungan dan Penerapan Teknologi, misalnya antara telepon, komputer, jaringan internet, satelit, dll.
· Memperbarui Proses Pelaksanaan Pekerjaan di Kantor, Produk OA atau office
Automation memungkinkan para pekerja kantor ini memproses lebih banyak dokumen
secara lebih cepat dan lebih baik.
3. Jenis-Jenis Aplikasi Otomatisasi Perkantoran
Aplikasi otomatisasi kantor yang telah diketahui, yaitu:
·
Word Processing
Word Processing adalah penggunaan suatu peralatan elektronik yang secara otomatis melakukan beberapa
tugas yang diperlukan untuk membuat dokumen ketik atau cetak.
·
Electronic Mail
Electronic Mail yang dikenal dengan e-mail adalah penggunaan
jaringan komputer yang memungkinkan pemakai untuk mengirim, menyimpan, dan menerima pesan dengan menggunakan terminal computer dan peralatan penyimpanan.
·
Voice Mail
Voice Mail sama persis dengan electronic mail. perbedaan nya bahwa anda
hanya mengirimkan pesan dengan mengucapkan pesan tersebut melalui telepon dan
bukan mengetiknya.
·
Electronic Calendarin
Electronic Calendaring adalah penggunaan jaringan komputer untuk menyimpan
dan memanggil acara yang telah ditetapkan oleh manajer
·
Audio Conferencing
Audio Conferencing adalah penggunaan peralatan komunikasi suara untuk
membuat hubungan audio diantara orang-orang yang tersebar secara geografis
untuk tujuan melakukan konferensi.
·
Video Conferencin
Video Conferencing melengkapi signal audio dan signal video. Peralatan televisi digunakan untuk
mengirim dan menerima signal audio dan video
·
Computer Conferencing
Computer Conferencing adalah penggunaan jaringan komputer, sehingga
meemberi kemampuan seseorang untuk melakukan pertukaran informasi selama proses
terjadinya konferensi.
·
Facsimile Transmission
Facsimile Transmission yang biasanya disebut Fax, adalah penggunaan
peralatan khusus yang dapat membaca tampilan dokumen pada ujung channel
komunikasi dan membuat salinan atau copy di ujung yang lain.
·
Video Text
Video Text adalah penggunaan komputer untuk tujuan memberikan tampilan mmateri
tekstual pada layar cerita.
·
Image Store And Retrieva
Image Store and Retrieval digunakan dalam pemecahan masalah ketika ia
diperlukan untuk melihat kembali dokumen historis untuk tujuan pemahaman masalah.
·
Desktop Publishing
Desktop Publishing atau DTP adalah pembuatan output tercetak yang
kualitasnya hampir sama dengan yang dihasilkan oleh typesetter. Penggunaan
Desktop Publishing sebagai alat pemecahan masalah meliputi aplikasi
administrasi dan teknis.
4.
Empat Kategori Pemakai
Otomatisasi Kantor
Agar suatu
sistem atau aplikasi dapat berjalan dan dapat dinilai apakah sistem itu bagus
atau tidak, maka diperlukan namanya pemakai. ia yang akan menilai, merancang,
dan mengembangkan sehingga suatu sistem dapat berjalan. Pengguna Otomatisasi
Kantor yang ada dalam suatu sistem Informasi adalah:
·
Manajer, adalah seorang yang
bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan terutama sumber daya manusia
·
Profesional, yakni tidak
mengelola orang tetapi menyumbang keahlian khususnya (misalnya, pembeli,
Wiraniaga, dan Asisten Staff Khusus). Manajer dan Profesional secara bersama
deikenal sebagai pekerja terdidik.
·
Sekretaris, biasanya ditugaskan pada
pekerja terdidik tertentu untuk melaksanakan berbagai tugas menangani
korespondensi, menjawab telepon, dan mengatur jadwal pertemuan.
·
Clerical Employee (Pegawai
Administratif), melaksanakan tugas untuk tuga untuk sekretaris, seperti
mengoperasikan mesin fotocopy, menyusun dokumen, dan mengirimkan surat.
5.
Manfaat Otomatisasi Kantor
Otomatisasi perkantoran merupakan kaitan berbagai komponen dalam menangani
informasi. Mulai dari input hingga distribusi dengan memanfaatkan bantuan teknologi
secara optimal dan campur tangan manusia secara minimal. dengan demikian akan
membuat informasi menjadi lebih mudah dan murah digunakan, dipindahkan, dan
dirawat. Pada akhirnya dapat meletakan landasan yang kuat untuk integrasi
informasi sehingga perusahaan mampu berkompetisi dengan baik (Rana Mutiara, 2013 )
B. Pendukung
Excel
Tipe Data , Rumus , dan Fungsi
Jenis-jenis data yang sel dapat
terus mencakup angka, teks atau formula . Sama seperti di kelas matematika ,
rumus yang digunakan untuk perhitungan biasanya melibatkan data yang terdapat
pada sel lain . Excel dan spreadsheet elektronik lainnya termasuk sejumlah
built in formula yang digunakan untuk tugas umum dikenal sebagai fungsi . Excel
dan Data Keuangan Spreadsheet sering digunakan untuk menyimpan data
keuangan . Rumus dan fungsi yang digunakan pada jenis data termasuk :
Melakukan operasi matematika dasar seperti penjumlahan
kolom dan baris angka . Menemukan nilai-nilai seperti keuntungan atau kerugian Menghitung
rencana pembayaran untuk pinjaman atau hipotik .
Menemukan rata-rata , maksimum, atau nilai minimum dalam
kisaran tertentu dari data.
Excel Menggunakan lainnya
Operasi umum lainnya yang Excel dapat digunakan untuk mencakup
:
grafik atau mencatat data untuk membantu pengguna dalam
mengidentifikasi tren data.
pemilahan dan penyaringan data untuk menemukan informasi
yang spesifik . Informasi yang dikumpulkan dalam spreadsheet dapat dengan
mudah dimasukkan ke dalam presentasi elektronik , halaman web , atau dicetak
dalam bentuk laporan . The Original " App Killer " Spreadsheet
adalah pembunuh aplikasi asli untuk komputer pribadi . Program spreadsheet awal
seperti VisiCalc dan Lotus 1-2-3 yang sebagian besar bertanggung jawab untuk
pertumbuhan popularitas compute seperti Apple II dan IBM PC sebagai alat bisnis
.Tutorial
terkait Pemula
Panduan untuk Excel Dasar Excel Spreadsheet Tutorial Panduan
Pemula untuk Excel 2003 Cara Menggunakan Excel
Memasuki Data dalam Excel Excel Rumus dan Fungsi Cara Menggunakan Excel Chart Wizard Gratis Excel Tutorial Apa Microsoft Excel ? Cara Format Excel Spreadsheets Excel IF Fungsi Lebih Gratis Excel Tutorial Excel Rumus Excel File Database Bersarang IF Fungsi di Excel Artikel Terkait Apa yang dimaksud dengan Program Spreadsheet Sepuluh Umum Excel Spreadsheet Syarat Cara Menggunakan Program Excel Spreadsheet dan Lainnya Cara Menggunakan Excel - Cara Menggunakan Microsoft Excel Gratis Microsoft Excel Tutorial Series.
Memasuki Data dalam Excel Excel Rumus dan Fungsi Cara Menggunakan Excel Chart Wizard Gratis Excel Tutorial Apa Microsoft Excel ? Cara Format Excel Spreadsheets Excel IF Fungsi Lebih Gratis Excel Tutorial Excel Rumus Excel File Database Bersarang IF Fungsi di Excel Artikel Terkait Apa yang dimaksud dengan Program Spreadsheet Sepuluh Umum Excel Spreadsheet Syarat Cara Menggunakan Program Excel Spreadsheet dan Lainnya Cara Menggunakan Excel - Cara Menggunakan Microsoft Excel Gratis Microsoft Excel Tutorial Series.
C. Bentuk Data
-
Data DBMS
DBMS merupakan software yang digunakan untuk membangun suatu sistem basis
data yang “sempurna”. DBMS
harus dapat mengatur basis data tersebut sehingga dapat tersimpan dengan baik
tanpa menimbulkan kekacauan, dapat dipakai oleh banyak user sesuai dengan
kepentingan masing-masing, melindungi dari gangguan pihak-pihak yang
tidak berwenang. Berdasarkan
orientasi pemakainya, kita dapat mengelompokkan DBMS dalam 2 katagori, yaitu:
· DBMS yang berorientasi untuk satu
atau sedikit pemakai
MS-Access, DataBase/Clipper, FoxBase, Borland-Paradox merupakan contoh-contoh DBMS yang lebih diorientasikan untuk satu pemakai dan karena itu dapat dengan mudah dipasang di komputer pribadi (Personal Computer/PC). Pada DBMS kelompok pertama ini pengembangannya terjadi pada aspek-aspek:
MS-Access, DataBase/Clipper, FoxBase, Borland-Paradox merupakan contoh-contoh DBMS yang lebih diorientasikan untuk satu pemakai dan karena itu dapat dengan mudah dipasang di komputer pribadi (Personal Computer/PC). Pada DBMS kelompok pertama ini pengembangannya terjadi pada aspek-aspek:
1.
Jika
awalnya, struktur tabel hanya mencakup pendefinisian nama field, tipe dan
ukurannya, DBMS yang lebih baru juga memasukkan feature boleh tidaknya field
dikosongkan, nilai awal (default), deksripsi field dan bentuk validasi
(pendefinisian domain nilai) sebagai bagian dari struktur tabel.
2.
Tipe
data yang dapat ditangani oleh DBMS terbaru sudah semakin banyak, seperti untuk
mengakomodasi kebutuhan penyimpanan data teks yang panjang, teks berformat,
gambar, data OLE, uang dan data autoincrement (yang nilainya bertambah
otomatis)
3.
Bersama
dengan komponen utamanya, DBMS kelompok ini juga seringkali dilengkapi dengan
berbagai fasilitas tambahan untuk mempermudah pemakai dalam menggunakan DBMS
seperti untuk pembuatan query, pembuatan laporan, pembuatan screen untuk
berinteraksi dengan data, bahkan hingga pembuatan (men-generate) perinta makro
basis data secara otomatis melalui pendifinisian menu dan tampilan layar.
4.
DBMS
kelompok ini, karena memang lebih diorientasikan untuk pemakai tunggal, juga
sering dimanfaatkan sebagai media pembangun aplikasi basis data, sehingga DBMS
dan aplikasi basis data jadi menyatu bahkan aplikasi basis data jadi penyatu
bahkan aplikasi basis data sendiri dianggap seabgai objek basis data
sebagaimana tabel-tabel data yang kita gunakan untuk menyimpan data.
Karena orientasi pemakai seperti itu, maka DBMS-DBMS kelompok ini, lemah dalam sejumlah aspek yang justru harus sangat diperhatikan pada kelompok DBMS yang kedua, seperti yang berkaitan dengan masalah pengamanan basis data, pemeliharaan basis data, mengendalikan persaingan pemakaian basis data dan lain-lain.
Karena orientasi pemakai seperti itu, maka DBMS-DBMS kelompok ini, lemah dalam sejumlah aspek yang justru harus sangat diperhatikan pada kelompok DBMS yang kedua, seperti yang berkaitan dengan masalah pengamanan basis data, pemeliharaan basis data, mengendalikan persaingan pemakaian basis data dan lain-lain.
· DBMS yang berorientasi untuk
banyak pemakai Oracle, Borland-Interface, MS-SQL
Server, CA-OpenIngres, Sybase, Infomix, IBM-DB2 merupakan contoh-contoh DBMS
yang lebih diorientasikan untuk banyak pemakai dan karena itu lebih ditunjukkan
untuk pemakaian pada sistem jaringan komputer (LAN ataupun WAN). Tidak
sebagaimana kelompok pertama, DBMS pada kelompok ini sangat tegas memisahkan
fungsi pengelolaan basis data dan fungsi pembangunan aplikasi. Jika pada
kelompok pertama, objek-objek yang dihasilkan oleh DBMS kelompok kedua bersifat
sebaliknya. Transparansi hanya berlaku bagi DBMS yang bersangkutan, sehingga
pemanfaatan objek-objek basis datanya hanya mungkin dilakukan dengan lebih
dahulu mengaktifkan DBMS tersebut. Fungsi-fungsi pendukung (ultilitas) yang umumnya
disatukan pada DBMS kelompok pertama, disediakan terpisah pada DBMS kelompok
kedua ini, bukan saja karena fungsi-fungsi pendukung tersebut tidak relevan
untuk selalu diaktifkan, tetapi juga karena fungsi pengelolaan yang ditangani
DBMS kkelompok ini memang sudah sedemikian banyak dan jauh lebih penting. Pada
seri-seri terbaru dari DBMS kelompok kedua ini, seperti juga dikelompok pertama, perluasan
definisi struktur data dan pengkayaan tipe-tipe data baru juga diakomodasi.
Perbedaan yang sangat mencolok di antara kedua kelompok DBMS terdapat pada
lingkup fungsi pengelolaan basis data. Selain memiliki fungsi-fungsi standar
(yang juga dimiliki oleh DBMS kelompok pertama) seperti pembentukan objek-objek
basis data (tabel dan indeks), manipulasi data (penambahan, pengubahan,
penghapusan data) dan pencarian data (query), fungsi pengelolaan DBMS kelompok
kedua ini juga menangani aspek-aspek:
1.
Pengaman
objek basis data terhadap akses pemakai yang tidak berhak (aspek security) dan
bentuk-bentuk operasi yang tidak diperbolehkan (aspek integrity)
2.
Penanganan
pemulihan data akibat kegagalan operasi basis data (aspek recovery), baik yang
disebabkan oleh operasi-operasi basis data yang salah atau menimbulkan konflik,
maupun yang disebabkan oleh fakor-faktor eksternal seperti mesin yang macet
(crash), disk yang rusak atau terputusnya koneksi jaringan.
3.
Pembuatan
data cadangan (aspek backup) yang dapat dilakukan secara incidental maupun
periodic yang dapat dilakukan secara statis (dengan menonaktifkan pemakaian
basis data) ataupun secara dinamis (tanpa menghalangi pemakaian basis data oleh
para pemakai)
4.
Pengendalian
persaingan pemakaian objek-objek basis data oleh banyak pemakai pada saat yang
sama (aspek concurrency control) demi terjaminnya konsistensi data dan
optimalisasi pemakaian setiap sumber daya mesin.
5.
Optimalisasi
pengerjaan query (aspek query processing) yang diberikan oleh aplikasi pada
server DBMS demi peningkatan performansi/ kecepatan pengerjaannya. Optimalisasi pemanfaatan sumber
daya (aspek paralel processing/database) dengan memperhatikan optimalisasi pemakaian sumber daya mesin seperti processor, disk dan memori utama
jika tersedia lebih dari satu
dalam sebuah mesin. (Nadia, 2012)
- Basis Data Jaringan (Database
Network)
Model Database Jaringan (Network Database Model). Model database jaringan merupakan
pengembangan dari model database hirarki,
dimana kelemahan yang ada pada model database hirarki yaitu ketidak mampuannya dalam mengelola hubungan banyak ke banyak (Many to Many) telah dapat diatasi dengan model database jaringan ini.
Dalam model ini, data di representasikan sebagai koleksi record dan hubungan antar record di representasikan sebagai pointer. Oleh karena itu, model database jaringan mampu menyatakan hubungan :
dimana kelemahan yang ada pada model database hirarki yaitu ketidak mampuannya dalam mengelola hubungan banyak ke banyak (Many to Many) telah dapat diatasi dengan model database jaringan ini.
Dalam model ini, data di representasikan sebagai koleksi record dan hubungan antar record di representasikan sebagai pointer. Oleh karena itu, model database jaringan mampu menyatakan hubungan :
·
Satu ke Satu (One To One,1:1), satu
orang tua punya satu anak
·
Satu ke Banyak (One To Many,1:M)
Satu orang tua punya beberapa anak
·
Banyak ke Banyak (Many To Many, N:M), beberapa anak punya
beberapa orang tua.
Kelemahan dalam model database ini adalah lebih kompleks dan sulitnya dalam proses query, begitu juga halnya dalam
manipulasi data yang harus dilaksanakan dengan menelusuri data pointer pada setiap recordnya. Kelebihan model database ini
adalah dari segi efisiensi penyimpanan data, karena tidak adanya data yang duplikat (redundansi)
dan akses yang cepat karena langsung memanfaatkan pointer ke alamat fisik data. Karena kompleksitas yang tinggi, apalagi diterapkan pada sistem database
yang begitu kompleks, maka model database ini tidak tepat lagi untuk digunakan. Saat
ini, model database jaringan sudah jarang sekali dipakai, kecuali untuk keperluan penelitian (research) saja.
D.
Dasar-Dasar Database
Pengertian Basis Data (Database) Basis data
(bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang
disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan
suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kueri (query)basis
data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS).
Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi.Istilah "basis
data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin
luas,memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis
data komputer.Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum
revolusi industri yaitudalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang
berhubungan dengan bisnis.Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan,
atau potongan daripengetahuan.
Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta
yangtersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan
obyek yangdiwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada
banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan
struktur basis data: ini dikenal sebagai modelbasis data atau model data. Model
yang umum digunakan sekarang adalah model relasional,yang menurut istilah
layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan
dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan
terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga
menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model
hierarkis dan model jaringan menggunakan
cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel. Istilah basis
data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat
lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management
system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator danprogramer
menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut. Basis data juga
dapat diartikan sebagai kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan
yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu,
tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi
untuk kegunaan tertentu.
E. Administrasi
Database
Pengertian Administrasi Database
Database merupakan sekumpulan data yang saling
berhubungan (terdapat relasi satu sama lain) RDBMS merupakan perangkat lunak
yang mengatur dan mengorganisasi penyimpanan database kedalam computer RDBMS memiliki ruang lingkup (kapasitas) yang besar, bisa
mengatur hak akses, bisa mendistribusikan suatu data dan tautannya terpusat,
serta memiliki kemampuan sinkronasi
& memback up suatu data. Selain itu, persamaan antara RDBMS dan DBMS adalah
sama – sama digunakan untuk mengontrol dan memanage suatu database sistem.
ADMINISTRASI DATABASE (DBA)
Database Maker
merupakan orang yang bertugas untuk menyediakan penanganandan kemampuan
multimedia yang sangat baik, serta memungkinkan semua jenis data multimedia
yang akan disimpan, dicari, diambil, dan dimanipulasi.
Database administrator (DBA) harus diposisikan
dalam manajemen menengah puncak dalam sebuah organisasi. Karena DBAsangat
bertanggung jawab secara teknis dan menjalankan tugas tugas seperti yang
tersebut dibawah ini :
· Medisain dan Mengorganisasi
· Data Definition
· Fisik Struktur
· Data Dictionary / Direktori
· User Interface
· Penyediaan dokumentasi
· Berhubungan dengan Pengguna / Education
· GUI
· Keamanan
· Operasi Normal
· Kegagalan Kondisi
· Kompatibilitas dengan non-DBMS
· Uji Database
· Kinerja Sistem
· Timing
· Performance tunin
Management Dicipline sebagai Database Administrator:
· Reaktif : yang berarti menghadapi masalah dengan focus.
· Proaktif : Menghindari dari masalah yang akan datang dengan mengembangkan dan menerapkan
blueprint untuk mengaplikasikan database.
Selain hal – hal diatas, Lead Manajer Account Customer DBA juga memberikan
sebuah hadiah yang besar untuk para DBA lepas pantai, seperti :
· Oracle Certified Master dan Oracle Certified.
· Kepemimpinan profesional tingkat DBA
· Onshore DBA dengan pengalaman rata–rata lebih dari 15 tahun dalam Oracle
advanced database administration, High availability technologies with RAC and Data Guard, Advanced
backup and recovery with RMAN, Database and application tuning, Sarbanes-Oxley
implementations, Oracle Applications implementations, Real-world consulting
combined with Oracle University instructing experience. (2011).
F.
Cara Cerdas Pembuatan Data
Data adalah kumpulan informasi yang
diperoleh dari hasil suatu pengamatan atau hasil kerja yang dicapai, Sehingga terwujudnya sesuatu yang di
kerjakan.
Cara pembuatan data yang Cerdas meliputi :
§ Menganalisis data yang disajikan
§ Memperoleh hasil data yang di kumpulkan
§ Sumber data
§ Pengamatan data
§ Data yang relevan
§ jenis data
§ data bias di terima oleh para pembaca
§ informasi data, dan
§ dari mana data di hasilkan atau di dapatkan
DAFTAR PUSTAKA
Tiar (2009), Sistem informasi manajemen,
jakarta
Mutiara Rana (2013), Otomatisasi perkantoran,
Nadia (2012), Network Database,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar