EMBOLUS
Embolus adalah
suatu benda asing yang tersangkut dalam sirkulasi darah. Benda tersebut akan
dibawa aliran darah, dan berasal dari suatu tempat lain daripada susunan
siirkulasi darah. Prosesnya disebut Embolisme (embolism).
Embolus dapat berupa padat,
cair, dan gas.
·
Embolus bersifat pada padat dapat
berasal dari trombus, kelompok sel tumor, kelompok bakteri, jaringan.
·
Embolus bersifat cairan dapat berupa zat
lemak, cairan amnion.
·
Embolus berifat gas dapat berupa udara,
gas nitrogen, karbon dioksida.
Embolus
penting karena perpindahan benda-benda ini merupakan pula penyebaran infeksi
dan tumor. Selain itu embolus juga penting dalam klinik karena ditimbulkan
efek-efek yang gawat dan dapat menimbulkan kematian mendadak.
Embolus
sebagian besar berasal dari trombus, maka biasanya yang dimaksud adalah
tromboembolus.
Embolus sering ditemukan pada
penderita penyakit jantung, tumor ganas dalam stadium lanjut, penderita yang
mengalami pembedahan, dan sudah dalam stadium rekonvelasi.
Akibat-akibat
Yang Dapat Ditimbulkan Embolus
Faktor-faktor yang memegang peranan dalam
menimbulkan efek yang terjadi akibat embolisme kurang lebih sama dengan
faktor-faktor trombus. Bila embolus kecil dan bila susunan kolateral baik, maka
mungkin tidak terjadi apa-apa.
Tetapi :
·
Embolus kecil apabila tersangkut dalam
a. Coronaria
·
Embolus yang lebih besar dalam a. Pulmonalis
dapat terjadi kematian
mendadak.
Embolus
dapat ditemukan dalam vena, arteri, pembuluh limfe, jantung.
Embolus
vena
Sebagian
besar embolus dalam vena berasal dari vena tungkai bawah, kemudian dari vena
dalm pelvis. Embolus tersebut mengikuti aliran vena, dan melewati
pembuluh-pembuluh yang makin melebar, masuk dalam vena cava, jantung kanan,
akhirnya tersangkut dalam sirkulasi paru-paru. Bila embolus yang besar, maka
akan tersangkut dalam percabangan (bifurcartio) a. pulmonalis dan membentuk
suatu saddle embolus. Embolus yang kecil akan tersangkutdalam percabangan a.
pulmonalis yang kecil-kecil dan lebih perifer.
Efek
embolus paru-paru tergantung pada
kondisi paru-paru dan susunan kardiovaskuler. Karena itu dapat terjadi infark,
atau hanya hemoragi saja tanpa efek yang nyata. Infark lebih mudah terjadi pada
paru-paru penderita yang mengalami payah jantung yang kongestif atau bila terdapat penyakit paru-paru lain.
Embolus Arteri
Berasal dari
trombus mural dalam jantung, trombus yang melekat pada empang-empang
jantung atau trombus dalam aorta. Embolus aretri sering mengenai otak, ginjal,
limpa, dan anggota tubuh bawah. Embolus dalam a. mesenterica menimbulkan infark
usus. Embolus dalam a. coronaria dapat menimbulkan kematrian mendadak.
Embolus
Lemak
Lemak yang masuk ke dalam sirkulasi darah dan menyumbat
arteri atau kapiler itu akan menjadi
suatu embolus. Embolus lemak merupakan keadaan yang menjadi gawat dan
dapat pula mennimbulkan kematian. Embolus lemak paling sering terjadi akibat
trauma tulang atau jaringan lemak. Sering terjadi akibat patah tulang panjang,
terutama femur dan tibia, yang disertai dengan kerusakan sumsum tulang. Kadang-kadang
embolus lemak juga dapat terjadi pada wanita dalam masa nifas (sedudah
melahirkan).
Selain itu embolus
lemak juga dapat terjadi karena :
·
Akibat luka bakar pada kulit
·
Pada radang yang mengenai tulang atau jaringan lemak
·
Pada perlemakan hati akibat gizi buruk
atau alkoholisme.
Embolus cairan amnion
Gejala ini jarang
ditemukan, gejala-gejalanya ialah :
·
Sesak nafas (dyspnoea)
·
Shock
·
Kematian mendadak yang tidak di
sangka-sangka pada wanita yang sedang melahirkan atau dalam masa nifas.
Embolus
Gas
Gelembung-gelembung
gas dapat masuk ke dalam susunan sirkulasi sehingga menyumbat dan dapat
menimbulkan kematian, misalnya akiibat tindakan yang dahulu sering dilakukan
untuk menimbulkan abortus provocatus.
Embolus gas dapat terjadi pada waktu pembedahan thorax
akibat vena besar terpotong atau sobek. Dapat pula disebabkan tranfusi darah
atau infus cairan intravena, karena udara tersedot ke dalam vena setelah darah
atau cairan habis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar