Welcome to My Blog World Education

Selasa, 07 Januari 2014

EMBOLUS


EMBOLUS

            Embolus adalah suatu benda asing yang tersangkut dalam sirkulasi darah. Benda tersebut akan dibawa aliran darah, dan berasal dari suatu tempat lain daripada susunan siirkulasi darah. Prosesnya disebut Embolisme (embolism).

Embolus dapat berupa padat, cair, dan gas.
·         Embolus bersifat pada padat dapat berasal dari trombus, kelompok sel tumor, kelompok bakteri, jaringan.
·         Embolus bersifat cairan dapat berupa zat lemak, cairan amnion.
·         Embolus berifat gas dapat berupa udara, gas nitrogen, karbon dioksida.

Embolus penting karena perpindahan benda-benda ini merupakan pula penyebaran infeksi dan tumor. Selain itu embolus juga penting dalam klinik karena ditimbulkan efek-efek yang gawat dan dapat menimbulkan kematian mendadak.
Embolus sebagian besar berasal dari trombus, maka biasanya yang dimaksud adalah tromboembolus.
            Embolus sering ditemukan pada penderita penyakit jantung, tumor ganas dalam stadium lanjut, penderita yang mengalami pembedahan, dan sudah dalam stadium rekonvelasi.

Akibat-akibat Yang Dapat Ditimbulkan Embolus
Faktor-faktor yang memegang peranan dalam menimbulkan efek yang terjadi akibat embolisme kurang lebih sama dengan faktor-faktor trombus. Bila embolus kecil dan bila susunan kolateral baik, maka mungkin tidak terjadi apa-apa.
Tetapi :
·         Embolus kecil apabila tersangkut dalam a. Coronaria
·         Embolus yang lebih besar  dalam a. Pulmonalis
dapat terjadi kematian mendadak.
Embolus dapat ditemukan dalam vena, arteri, pembuluh limfe, jantung.
Embolus vena
Sebagian besar embolus dalam vena berasal dari vena tungkai bawah, kemudian dari vena dalm pelvis. Embolus tersebut mengikuti aliran vena, dan melewati pembuluh-pembuluh yang makin melebar, masuk dalam vena cava, jantung kanan, akhirnya tersangkut dalam sirkulasi paru-paru. Bila embolus yang besar, maka akan tersangkut dalam percabangan (bifurcartio) a. pulmonalis dan membentuk suatu saddle embolus. Embolus yang kecil akan tersangkutdalam percabangan a. pulmonalis yang kecil-kecil dan lebih perifer.
Efek embolus paru-paru  tergantung pada kondisi paru-paru dan susunan kardiovaskuler. Karena itu dapat terjadi infark, atau hanya hemoragi saja tanpa efek yang nyata. Infark lebih mudah terjadi pada paru-paru penderita yang mengalami payah jantung yang kongestif atau  bila terdapat penyakit paru-paru lain.

Embolus  Arteri
            Berasal dari  trombus mural dalam jantung, trombus yang melekat pada empang-empang jantung atau trombus dalam aorta. Embolus aretri sering mengenai otak, ginjal, limpa, dan anggota tubuh bawah. Embolus dalam a. mesenterica menimbulkan infark usus. Embolus dalam a. coronaria dapat menimbulkan kematrian mendadak.

Embolus Lemak
            Lemak yang masuk ke dalam sirkulasi darah dan menyumbat arteri atau kapiler itu akan menjadi  suatu embolus. Embolus lemak merupakan keadaan yang menjadi gawat dan dapat pula mennimbulkan kematian. Embolus lemak paling sering terjadi akibat trauma tulang atau jaringan lemak. Sering terjadi akibat patah tulang panjang, terutama femur dan tibia, yang disertai dengan kerusakan sumsum tulang. Kadang-kadang embolus lemak juga dapat terjadi pada wanita dalam masa nifas (sedudah melahirkan).
Selain itu embolus lemak juga dapat terjadi karena :
·         Akibat luka bakar pada kulit
·         Pada radang yang mengenai  tulang atau jaringan lemak
·         Pada perlemakan hati akibat gizi buruk atau alkoholisme.

Embolus cairan amnion
Gejala ini jarang ditemukan, gejala-gejalanya ialah :
·         Sesak nafas (dyspnoea)
·         Shock
·         Kematian mendadak yang tidak di sangka-sangka pada wanita yang sedang melahirkan atau dalam masa nifas.

Embolus Gas
            Gelembung-gelembung gas dapat masuk ke dalam susunan sirkulasi sehingga menyumbat dan dapat menimbulkan kematian, misalnya akiibat tindakan yang dahulu sering dilakukan untuk menimbulkan abortus provocatus.
            Embolus gas dapat terjadi pada waktu pembedahan thorax akibat vena besar terpotong atau sobek. Dapat pula disebabkan tranfusi darah atau infus cairan intravena, karena udara tersedot ke dalam vena setelah darah atau cairan habis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar