Kacang Merah
Tahukah Anda jika kacang merah merupakan salah satu
kelompok kacang polong yang paling terkenal di dunia? Ya, kacang merah sudah
menjadi bahan berbagai masakan lezat di dunia yang digemari. Kacang
merah biasa dikonsumsi ketika sudah benar-benar masak berupa kacang kering.
Di Indonesia, kacang merah kering umumnya dimasak menjadi bubur, sup atau campuran sayur, nasi tim atau es. Kacang merah juga sering dimasak menjadi selai manis yang digunakan sebagai pengisi beberapa kue seperti bakpau, kue bulan, kue moci, kue dorayaki, donat isi, dan lain-lain.
Di Indonesia, kacang merah kering umumnya dimasak menjadi bubur, sup atau campuran sayur, nasi tim atau es. Kacang merah juga sering dimasak menjadi selai manis yang digunakan sebagai pengisi beberapa kue seperti bakpau, kue bulan, kue moci, kue dorayaki, donat isi, dan lain-lain.
Kacang
merah tergolong makanan nabati kelompok kacang polong (legume); satu keluarga dengan kacang
hijau, kacang kedelai, kacang tolo, dan kacang uci. Ada beberapa jenis kacang
merah diantaranya adalah red bean, kacang adzuki (kacang merah
kecil), dan kidney bean (kacang merah besar).
Kandungan Nutrisi Kacang Merah
Selain dimasak menjadi
berbagai makanan lezat, kandungan nutrisi kacang merah juga luar biasa kaya.
Kacang merah kaya akan asam folat, kalsium, karbohidrat kompleks, serat, dan
protein yang tergolong tinggi. Kandungan karbohidrat kompleks dan serat yang
tinggi dalam kacang merah membuatnya dapat menurunkan kadar kolesterol darah.
Kadar indeks glikemik kacang merah juga termasuk rendah sehingga menguntungkan
penderita diabetes dan menurunkan risiko timbulnya diabetes.
Kacang merah kering adalah
sumber karbohidrat kompleks, serat makanan (fiber), vitamin B (terutama asam
folat dan vitamin B6), fosfor, mangaan, besi, thiamin, dan protein. Setiap 100
gram kacang merah kering yang telah direbus dapat menyediakan 9 gram protein
atau 17 persen dari angka kecukupan protein harian.
Kandungan protein dan profil asam amino dalam
100 gr kacang merah (kidney bean) dari yang terbanyak adalah asam
glutamat (1323 mg), asam aspartat (1049 mg), leucine (693 mg), lysine (595 mg),
arginine (537 mg), serine (472 mg), phenylalanine (469 mg), valine (454 mg),
isoleucine (383 mg), proline (368 mg), threonine (365 mg), alanine (364 mg),
glycine (339 mg), dan lain-lain sisanya di bawah 300 mg.
Kandungan protein dalam
kacang polong, termasuk kacang merah, sudah lama diakui kontribusinya pada menu
makanan sehari-hari. Bahkan kacang merah memasok kebutuhan protein hampir sama
banyaknya dengan daging. Walaupun protein nabati yang terkandung dalam kacang
merah tergolong protein tak lengkap karena kurang lengkanya profil asam amino
esensial, namun dengan mudah dapat dilengkapi dengan mengkonsumsi kacang merah
bersama padi-padian/sereal, produk susu, atau sejumlah kecil daging. Jadi,
tidak sulit untuk melengkapi kekurangan komponen protein (asam amino) yang
terdapat pada kacang merah.
Nutrisi vitamin dalam
kacang merah diantaranya adalah folat yang mampu mencukupi kebutuhan harian
sebesar 33 persen, 11 persen kebutuhan thiamin, 10 persen kebutuhan vitamin K,
6 persen kebutuhan vitamin B6, dan lain-lain sisanya di bawah 3 persen.
Kandungan mineral kacang
merah mampu mencukupi masing-masing 24 persen kebutuhan harian mineral mangaan,
16 persen kebutuhan mineral besi, 14 persen kebutuhan mineral fosfor, 12 persen
kebutuhan mineral potassium dan tembaga, 11 persen kebutuhan mineral magnesium,
7 persen kebutuhan mineral zinc, dan lain-lain sisanya di bawah 3 persen.
Kandungan mineral dalam kacang merah kecil (adzuki bean) lebih banyak daripada
jenis kacang merah besar (kidney bean).
Kacang merah nyaris bebas
lemak, natrium, kolesterol dan sodium. Selain itu kacang merah sangat rendah
kalori (hanya 6 persen per 100 gr), serta murah harganya. Bahkan kacang merah
mampu mencukupi 30 persen kebutuhan serat makanan (fiber) dan mengandung 168 mg
asam lemak Omega-3 dan 107 mg asam lemak Omega-6.
Manfaat Nutrisi Kacang Merah
Manfaat Nutrisi Kacang Merah
Melihat berbagai kandungan
nutrisi kacang merah diatas, maka dapat diuraikan berbagai manfaatnya, yaitu :
·
Mencegah
kolesterol jahat dan memperlancar pencernaan (anti sembelit). Kandungan
fibernya yang tinggi difermentasi dalam usus besar dan menghasilkan asam-asam
lemak rantai-pendek, yang dapat menghambat sintesis kolesterol hati. Belum lagi
kandungan Omega-3 dan Omega-6 juga akan sangat membantu.
·
Mencegah
resiko diabetes karena kandungan karbohidrat kompleknya berglikemik indek
rendah dan termasuk lamban cerna;
·
Membantu
pematangan sel darah merah, membantu sintesa DNA dan RNA, serta menurunkan
level homosistein dalam pembuluh arteri (sehingga mengurangi resiko penyakit
jantung) dengan kandungan folat dan vitamin B6;
·
Membantu
program diet karena fibernya akan membuat Anda merasa kenyang dan kalorinya
juga sangat rendah. Apalagi kandungan protein nabatinya akan bermanfaat untuk
perkembangan massa otot tubuh;
·
Menjaga
fungsi sistem syaraf, metabolisme karbohidrat, dan mencegah penyakit beri-beri
dengan kandungan thiamin;
·
Membantu
proses metabolisme asam amino, asam lemak, lipid, glukoneogenesis, sintesis
neurotransmitter, sintesis histamine, sintesis dan fungsi haemoglobin serta
menjaga kesehatan kulit dengan kandungan vitamin B6;
·
Membantu
proses pembekuan darah pada luka
·
Membantu
pembentukan komponen utama sel-sel darah merah, pembentukan enzim, pembentukan
tulang, mencegah resiko anemia (darah rendah) dengan kandungan zat mineral
zinc, besi, dan tembaga.
Tips Memasak Kacang Merah
Untuk mengurangi kandungan toksin (lectin
phytohaemagglutinin) dan gas pada usus yang dihasilkan oleh oligosakarida
kacang merah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Sehabis kacang merah
direndam, buanglah air rendamannya, rebus dengan air yang banyak dalam panci
berpenutup selama 2-3 menit, lalu biarkan selama 2 jam. Buang air rebusan
tersebut, tambahkan air baru pada suhu kamar hingga kacang merah benar-benar
terendam. Sesudah dua jam, buang kembali air itu dan tambahkan lebih banyak air
dan biarkan terendam semalam sebelum benar-benar akan dimasak.
Tempe
`Tempe adalah makanan yang
dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai dengan kapang rhizopus (ragi
tempe) yaitu sejenis jamur yang dapat mengurai protein di dalam kacang kedelai
menjadi asam amino, sehingga lebih mudah dicerna tubuh. Artinya, kandungan protein
tempe berbeda dengan kandungan protein dalam kacang kedele (sumber bahan
bakunya), terutama dalam proses penyerapan.
Warna putih pada tempe disebabkan adanya miselia jamur
yang tumbuh pada permukaan biji kedelai. Tekstur kompak juga disebabkan oleh mise1ia
jamur yang menghubungkan biji-biji kedelai tersebut. Banyak sekali jamur yang
aktif selama fermentasi, tetapi umumnya para peneliti menganggap bahwa Rhizopus
sp merupakanjamur yang paling dominan. Jamur yang tumbuh pada kedelai tersebut
menghasilkan enzim-enzim yang mampu merombak senyawa organik kompleks menjadi
senyawa yang lebih sederhana sehingga senyawa tersebut dengan cepat dapat
dipergunakan oleh tubuh.
Manfaat
tempe :
1.
Tinggi serat
Satu
sajian tempe mengandung serat yang sangat tinggi. Serat ini dibutuhkan untuk
kesehatan saluran pencernaan sekaligus mencegah aneka penyakit kronis di masa depan.
2.
Mudah dicerna
Tempe
adalah pilihan makan yang baik untuk orang yang punya kesulitan mencerna
makanan berprotein tinggi yang berasal dari tumbuhan seperti kacang-kacangan.
Proses fermentasi tempe membuat kacang kedelai dalam tempe menjadi lebih lembut
karena enzim yang diproduksi ragi sebelumnya sudah mencerna nutrisi yang ada di
biji kedelai.
Jamur Rhizopus dalam tempe memproduksi enzim phytase yang mencerna phytates, sehingga meningkatkan penyerapan mineral seperti zinc, besi, dan kalsium. Proses fermentasi juga mengurangi oligosakarida yang membuat kacang kedelai susah dicerna. Penelitian membuktikan, tempe tidak menyebabkan kembung.
Jamur Rhizopus dalam tempe memproduksi enzim phytase yang mencerna phytates, sehingga meningkatkan penyerapan mineral seperti zinc, besi, dan kalsium. Proses fermentasi juga mengurangi oligosakarida yang membuat kacang kedelai susah dicerna. Penelitian membuktikan, tempe tidak menyebabkan kembung.
3.
Bagus untuk pola makan
rendah garam
Tidak
seperti makanan produk kedelai yang difermentasi seperti miso yang cenderung
sangat asin, tempe sangat rendah garam, sehingga aman dikonsumsi orang yang
harus mengurangi garam.
4.
Mengandung antibiotika alami
Jamur Rhizopus memproduksi
zat antibiotika alami untuk melawan sejumlah organisme
merugikan. Zat antibiotika alami dalam tempe ini bisa jadi obat untuk disentri
bila dikonsumsi setiap hari.
5.
Bagus untuk dibetesi
Protein
dalam tempe bagus untuk pasien diabetes yang sering bermasalah dengan sumber
protein hewani. Protein dan serat dalam tempe juga dapat mencegah kenaikan gula
darah dan menjaga kadar gula darah tetap terkontrol.
Ø
Adapun kadar senyawa kimia
yang terkandung dalam tempe adalah sebagai berikut :
1.
Asam Lemak
Kandungan lemak pada tempe secara umum
sebanyak 18-32%. Selama proses fermentasi tempe, terdapat tendensi adanya
peningkatan derajat ketidakjenuhan terhadap lemak. Dengan demikian, asam lemak
tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids, PUFA) meningkat
jumlahnya. Asam lemak tidak
jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum,
sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.
2. Vitamin
Dua kelompok vitamin terdapat
pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks)
dan larut lemak (vitamin A, D, E,
dan K).
Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang
terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam
pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12
(sianokobalamin)
3. Mineral
Tempe mengandung mineral makro dan mikro
dalam jumlah yang cukup. Jumlah mineralbesi, tembaga,
dan zink berturut-turut
adalah 9,39; 2,87; dan 8,05 mg setiap 100 g tempe.Kapang tempe dapat
menghasilkan enzim fitase yang akan menguraikan asam fitat (yang mengikat
beberapa mineral) menjadi fosfor dan inositol.
Dengan terurainya asam fitat, mineral-mineral tertentu (seperti besi, kalsium, magnesium,
dan zink)
menjadi lebih tersedia untuk dimanfaatkan tubuh.
4. Anti
Oksidan
Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam
bentuk isoflavon.
Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan
yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal
bebas. Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon,
yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis
isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi
isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan
isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses
fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus dan Coreyne
bacterium.
5. Protein
Kandungan protein pada tempe sebanyak 35-45%
6. Karbohidrat
Kandungan
karbohidrat pada tempe sebesar 12-30%
7.
Air
Kandungan air pada tempe sebesar 7 %.
Peranan Rhizopus Oryzae dalam meningkatkan
gizi tempe
Kedelai
merupakan bahan baku tempe. Kandungan Kedelai (100 gr.) – Protein 34,9 gram –
Kalori 331 kal – Lemak 18,1 gram – Hidrat Arang 34,8 gram – Kalsium 227 mg –
Fosfor 585 mg – Besi 8 mg – Vitamin A 110 SI – Vitamin B1 1,07 mg – Air 7,5
gram. Pada pembuatan tempe selama proses fermentasi, kedelai akan mengalami
perubahan baik fisik maupun kimianya. Protein kedelai dengan adanya aktivitas
proteolitik kapang akan diuraikan menjadi asan-asam amino, sehingga nitrogen
terlarutnya akan mengalami peningkatan. Dengan adanya peningkatan dari nitrogen
terlarut maka pH juga akan mengalami peningkatan. Nilai pH untuk tempe yang
baik berkisar antara 6,3 sampai 6,5. Kedelai yang telah difermentasi menjadi
tempe akan lebih mudah dicerna. Selama proses fermentasi karbohidrat dan
protein akan dipecah oleh kapang menjadi bagian-bagian yang lebih mudah larut,
mudah dicerna dan ternyata bau langu dari kedelai juga akan hilang.
Kadar
air kedelai pada saat sebelum fermentasi mempengaruhi pertumbuhan kapang.
Selama proses fermentasi akan terjadi perubahan pada kadar air dimana setelah
24 jam fermentasi, kadar air kedelai akan mengalami penurunan menjadi sekitar
61% dan setelah 40 jam fermentasi akan meningkat lagi menjadi 64% (Sudarmaji
dan Markakis, 1977).
Perubahan-perubahan lain
yang terjadi selama fermentasi tempe adalah berkurangnya kandungan oligosakarida
penyebab flatulence. Penurunan tersebut akan terus berlangsung sampai
fermentasi 72 jam.
Selama fermentasi, asam amino bebas juga akan mengalami
peningkatan dan peningkatannya akan mencapai jumlah terbesar pada waktu
fermentasi 72 jam (Murata et al., 1967). Kandungan serat kasar dan vitamin akan
meningkat pula selama fermentasi kecuali vitamin B1 aatau yang lebih dikenal
dengan thiamin.
KEDELAI
Kedelai
(kadang-kadang ditambah "kacang" di depan namanya) adalah salah satu
tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang
lalu di Asia Timur. Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan
dengan Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk
setempat. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat
meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.
Keanekaragaman dan budidaya
Kedelai
yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih, yang
bijinya bisa berwarna kuning, agak putih, atau hijau) dan Glycine soja (kedelai
hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti RRC dan Jepang selatan, sementara G. soja merupakan tanaman asli
Asia tropis di Asia Tenggara. Tanaman ini telah menyebar ke Jepang, Korea, Asia
Tenggara dan Indonesia.
Beberapa
kultivar kedelai putih budidaya di Indonesia, di antaranya adalah 'Ringgit',
'Orba', 'Lokon', 'Darros', dan 'Wilis'. "Edamame" adalah sejenis
kedelai berbiji besar berwarna hijau yang belum lama dikenal di Indonesia dan
berasal dari Jepang.
Kedelai
dibudidayakan di lahan sawah maupun lahan kering (ladang). Penanaman biasanya dilakukan pada akhir musim penghujan,
setelah panen padi. Pengerjaan tanah biasanya minimal. Biji dimasukkan
langsung pada lubang-lubang yang dibuat. Biasanya berjarak 20-30cm. Pemupukan
dasar nitrogen dan fosfat diperlukan, namun setelah tanaman tumbuh penambahan
nitrogen tidak memberikan keuntungan apa pun. Lahan yang belum pernah ditanami kedelai dianjurkan diberi
"starter" bakteri pengikat
nitrogen Bradyrhizobium japonicum untuk membantu pertumbuhan tanaman. Penugalan tanah
dilakukan pada saat tanaman remaja (fase vegetatif awal), sekaligus sebagai
pembersihan dari gulma dan tahap pemupukan fosfat kedua. Menjelang berbunga
pemupukan kalium dianjurkan walaupun
banyak petani yang mengabaikan untuk menghemat biaya.
Pemerian
Kedelai
dikenal dengan berbagai nama: sojaboom,
soja, soja bohne, soybean,
kedele, kacang ramang, kacang
bulu, kacang gimbol, retak mejong, kaceng bulu, kacang
jepun, dekenana, demekun, dele, kadele, kadang jepun, lebui
bawak, lawui, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe mon, kacang kuning
(aceh) dan gadelei. Berbagai
nama ini menunjukkan bahwa kedelai telah lama dikenal di Indonesia.
Kedelai
merupakan terna dikotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran
akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi
tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah. Kedelai, khususnya
kedelai putih dari daerah subtropik, juga merupakan tanaman hari-pendek dengan waktu kritis rata-rata 13 jam. Ia akan segera
berbunga apabila pada masa siap berbunga panjang hari kurang dari 13 jam. Ini
menjelaskan rendahnya produksi di daerah tropika, karena tanaman terlalu dini
berbunga.
Biji
Biji
kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan
endosperma. Embrio terletak di antara keping biji. Warna kulit biji kuning,
hitam, hijau, coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat
pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapi ada pula
yang bundar atau bulat agak pipih.
Kecambah
Biji
kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup. Kecambah
kedelai tergolong epigeous, yaitu keping biji muncul diatas tanah. Warna
hipokotil, yaitu bagian batang kecambah dibawah kepaing, ungu atau hijau yang
berhubungan dengan warna bunga. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu,
sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan
sebagai sayuran (tauge).
Perakaran
Tanaman
kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh
menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Jika kelembapan tanah
turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan
air. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga
120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut
air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya
bintil-bintil akar. Bintil akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat
nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara mutualis dengan kedelai. Pada tanah yang telah
mengandung bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15 – 20 hari
setelah tanam. Bakteri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari udara
dalam bentuk gas N2 yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai
setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO3).
Batang
Kedelai
berbatang memiliki tinggi 30–100 cm. Batang dapat membentuk 3 – 6 cabang,
tetapi bila jarak antar tanaman rapat, cabang menjadi berkurang, atau tidak
bercabang sama sekali. Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas
(determinate), tidak terbatas (indeterminate), dan setengah
terbatas (semi-indeterminate). Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga
serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi. Tanaman pendek sampai sedang,
ujung batang hampir sama besar dengan batang bagian tengah, daun teratas sama
besar dengan daun batang tengah. Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga
secara bertahap dari bawah ke atas dan tumbuhan terus tumbuh. Tanaman berpostur
sedang sampai tinggi, ujung batang lebih kecil dari bagian tengah. Tipe
setengah terbatas memiliki karakteristik antara kedua tipe lainnya.
Bunga
Bunga
kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan
alat betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga
kemungkinan kawin silang alami amat kecil. Bunga terletak pada ruas-ruas
batang, berwarna ungu atau putih. Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun
telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Sekitar 60% bunga rontok sebelum
membentuk polong.
Buah
Buah
kedelai berbentuk polong. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100 – 250 polong.
Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama
proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah
menjadi kehitaman.
Daun
Pada
buku (nodus) pertama tanaman yang tumbuh dari biji terbentuk sepasang
daun tunggal. Selanjutnya, pada semua buku di atasnya terbentuk daun majemuk
selalu dengan tiga helai. Helai daun tunggal memiliki tangkai pendek dan daun
bertiga mempunyai tangkai agak panjang. Masing-masing daun berbentuk oval,
tipis, dan berwarna hijau. Permukaan daun berbulu halus (trichoma) pada kedua
sisi. Tunas atau bunga akan muncul pada ketiak tangkai daun majemuk. Setelah
tua, daun menguning dan gugur, mulai dari daun yang menempel di bagian bawah
batang.
Produksi dan perdagangan di Indonesia
Konsumsi
kedelai di Indonesia mencapai 2,2 juta tons per tahun; dari jumlah itu sekitar
1,6 juta tons harus diimpor.75% dari jumlah itu diimpor oleh lima importir
yaitu PT Gerbang
Cahaya Utama, PT Teluk Intan, PT Gunung Sewu, PT Cargill
Indonesia, dan PT Sekawan
Makmur Bersama.[1]
Produksi kedelai di
Indonesia[2]
|
|||||||
2004
|
2005
|
2006
|
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
|
Jumlah Produksi di
Indonesia (ton)
|
723 483
|
808 353
|
747 611
|
592 634
|
776 491
|
603 531
|
-
|
Produk olahan dari kedelai
Di
Indonesia, kedelai menjadi sumber gizi protein nabati utama, meskipun Indonesia harus mengimpor
sebagian besar kebutuhan kedelai. Ini terjadi karena kebutuhan Indonesia yang
tinggi akan kedelai putih. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang
dan Cina. Pemuliaan serta
domestikasi belum
berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Di sisi lain, kedelai hitam yang tidak
fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi
adaptasi lebih cocok bagi Indonesia.
Kedelai
merupakan tumbuhan serbaguna. Karena akarnya memiliki bintil pengikat nitrogen bebas, kedelai merupakan tanaman dengan kadar protein
tinggi sehingga tanamannya digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak.
Pemanfaatan
utama kedelai adalah dari biji. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta
beberapa bahan gizi penting lain, misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin.
Olahan biji dapat dibuat menjadi
- tahu (tofu),
- bermacam-macam saus penyedap (salah satunya kecap, yang aslinya dibuat dari kedelai hitam),
- tempe
- susu kedelai (baik bagi orang yang sensitif laktosa),
- tepung kedelai,
- minyak (dari sini dapat dibuat sabun, plastik, kosmetik, resin, tinta, krayon, pelarut, dan biodiesel.
- taosi
- tauco
- makanan ringan[3]
Kandungan kacang kedelai
Kacang kedelai
terkenal dengan nilai gizinya yang kaya dan merupakan salah satu makanan yang mengandung 8 asam amino yang
penting dan dibutuhkan oleh tubuh manusia.
Tidak seperti
makanan lain yang mengandungi lemak jenuh dan tidak dapat dicerna yang terdapat
pada sebagian besar makanan hewan, kacang kedelai tidak mengandung kolesterol,
mempunyai rasio kalori rendah dibandingkan protein dan bertindak sebagai
makanan yang tidak menggemukkan bagi penderita obesitas.
Kacang kedelai juga
mengandung kalsium, besi, potassium dan phosphorus. Kacang kedelai juga kaya
akan vitamin B kompleks. Kacang kedelai merupakan salah satu yang mengandung
protein tinggi, makanan yang berkalsium tinggi, kacang kedelai juga unik karena
bebas dari racun kimia. Sedangkan tisu lemak hewan diketahui mengandung 20 kali
lipat baja berat, racun serangga dan racun tanaman dibandingkan yang terdapat
pada tanaman kacang-kacangan.
Kacang
Kedelai, lagi-lagi bahan alami yang sering kita temukan disekitar kita
dan salah satu makanan ciri khas orang sunda ini, ketika mendengarnya
langsung teringat akan rasa dari tahu. Kedelai memang identik dengan tahu.
Namun, bukan hanya terkenal dengan tahu saja. Kacang kedelai ternyata telah
menjadi makanan penuh nutrisi untuk kecantikan kulit.
Pasalnya,
kandungan minyak, protein, vitamin dan mineral dari jenis kacang-kacangan
tersebut dapat membuat kulit senantiasa terawat. Dari kacang kedelai, kini
banyak diproduksi minyak kedelai yang bermanfaat untuk menutrisi kulit.
Memasuki
usia 30 tahun, kulit wajah pada wanita terlihat semakin suram. Ini disebabkan
terjadinya polusi udara yang merusak lapisan kulit. Asam lemak esensial yang
dikandung dalam kacang kedelai dapat membantu melindungi kulit dari sinar
UV. Sebuah studi yang dipublikasikan di Lancet Oncology mengungkapkan,
bahwa konsumsi makanan yang mengandung asam lemak esensial tinggi dapat
membantu beberapa jenis kanker.
Minyak
kedelai juga membantu menghadang masuknya paparan sinar matahari secara
langsung, dan polusi asap rokok pada kulit. Dengan kandungan antioksidan yang
tinggi seperti vitamin E dan vitamin B kompleks, dimana keduanya merupakan
elemen penting untuk membuat kulit berkilau cantik. Selain itu, kacang kedelai
juga dapat melindungi dari kerutan yang muncul akibat penuaan dini.
Makanan
berbasis kacang kedelai bukan hanya ditemukan pada tahu. Kini, banyak
bermunculan produk makanan berbasis kacang kedelai yang bisa Anda temukan di
pasaran. Seperti soy bar, soy protein yang biasanya berbentuk bubuk, susu
kedelai, keju, bahkan yogurt dengan rasa kedelai
Kacang tanah
Kacang tanah
merupakan sejenis spesies kacang-kacangan dari family Fabaceae yang berasal
dari Amerika Selatan.Kacang tanah juga merupakan sejanis tanaman Tropika.ia
tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50cm (1 hingga 1 ½ kaki ) dan mengeluarkan
daun-daun kecil.
Kacang tanah kaya dengan lemak,Mengandung protein
yang tinggi,zat besi,vitamin E dan kalsium,vitamin B komplek dan
fosporus,vitamin A dan k,Lesitin,Koloin dan Kalsium.Kandungan protei dalam
kacang tanah adalah jauh lebih tinngi dari daging,telur dan kacang
soya.mempunyai rasa yang manis dan banyak digunakan untuk membuat beraneka
jenis kue,seperti kue basah bakpau yang berisi kacang dan kue kering seperti
peyek.
Kacang tanah juga
bias dikatakan mengandung bahan yang dapat membina ketahanan tubuh dalam
mencegah beberapa penyakit.mengkonsumsi 1 ons kacang tanah 5 kali seminggu
dapat mencegah penyakit jantung.memakan segenggam kacang tanah setiap hari
terutama penyakit kencing manis dapat membantu kekurangan zat.
Kacang tanah memngandung
omega 3.yang merupakan lemak tak jenuh ganda dan omega 9 yang merupakan lemak
tak jenuh tunggal. Dalam 1 ons kacang tanah tedabat 18 gram omega 3 dan 17 gram
omega 9.
Kesimpulan
Kacang-kacangan
merupakan makanan yagn banyak digemari oleh masyarakat pada umumnya,karena
banyak khasiat yang terdapat didalamnya juga banyak manfaatnya,seperti bias
dikonsumsi oleh masyarakat dan juga dapat mencegah penyakit jantung.kacang juga
bias diolah menjadi bahan makanan dan kue.
Kacang juga mengandung protein dan lemak cukup tinggi
sehingga banyak dihargai sebagai bahan pangan yang penting.tetapi kacang juga
ada sisi negatifnya seperti dapat menambah kolestrol dan lemak jahat yang dapat
menimbulka jerawat bila di konsumsi secra berlebihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar