A. Pengertian Mutu
Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang
berhubungan dengan produk, jasa manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi
atau melebihi harapan. Kualitas merupakan suatu tingkat yang dapat diprediksi
dari keseragaman dan ketergantungan pada biaya yang rendah dan sesuai dengan
pasar (Tjiptono, 1998:4).
Istilah mutu tidak lepas dari manajemen mutu yang mempelajari setiap area manajemen operasi dari perencanaan produk dan fasilitas, sampai penjadwalan dan pemantauan hasil. Kata mutu (kualitas) memiliki banyak definisi yang berbeda dan bervariasi.
Istilah mutu tidak lepas dari manajemen mutu yang mempelajari setiap area manajemen operasi dari perencanaan produk dan fasilitas, sampai penjadwalan dan pemantauan hasil. Kata mutu (kualitas) memiliki banyak definisi yang berbeda dan bervariasi.
Menurut American Society For Quality Control,Mutu
adalah totalitas bentuk dan karakteristik barang atau jasa yang menunjukan
kemampuannya untuk kebutuhan-kebutuhan yang tampak jelas maupun tersembunyi.
Mutu (quality) adalah keinginan pelanggan yang mungkin
selama ini paling kurang dikelola. Dalam kenyataan, isitlah menajemen mutu
(quality management) jarang dipergunakan sampai tahun 1980an meainkan istilah
dan konsep pengendalian mutu dan kemudian kepastian mutu(quality assurance).
Lebih dari itu, sampai baru-baru ini terdapat kesadaran yang cukup bahwa obyek
mutu adalah pertama-tama, proses berikutnya.
Manajemen mutu mempelajari setiap area dari manajemen
operasi dari perencanaan lini produk dan fasilitas sampai penjadwalan dan
memonitor hasil. Manajemen mutu merupakan bagan dari semua fungsi usaha lain
(pemasaran, sumber daya manusia, keuangan dan lain-lain). Dalam kenyataannya,
penyelidikan mutu adalah suatu penyebab umum yang alamiah untuk mempersatukan
fungsi-fungsi usaha.
Mutu merupakan topik yang hangat di dunia bisnis
dan akademik. Namun demikian istilah tersebut memerlukan tangapan secara
hati-hati dan perlu mendapat penafsiran secara cermat. Factor utama yang
menentukan performansi suatu perusahaan adalah mutu barang dan jasa yang sesuai
dengan apa yang di inginkan konsumennya. Oleh karena itu organisasi atau
perusahaan perlu mengenal konsumen atau pelangannya dan mengetahui kebutuhan
dan keinginannya. J.M. Juran mengatakan bahwa Mutu adalah kesesuaian dengan
tujuan atau manfaatnya. Menurut W.Edward Deming, mutu harus bertujuan
memenuhi kebutuhan pelangan sekarang dan masa mendatang. Crosby berpendapat
bahwa mutu adalah kesesuaian dengan kebutuhan yang meliputi availability,
delivery, realiabity, matainability, effecetiveness. Sedang menurut A.V.
Feigenbaum, mutu merupakan keseluruhan gabungan karakteristik produk dan jasa
yang meliputi marketing, engineering, manufacture, dan maintenance melalui nama
produk dan jasa dalam pemakaian akan sesuai dengan harapan pelangan. Pendapat
david L. Goestsch dan Stanley Davis bahwa mutu adalah suatu kondisi dinamis
yang berkaitan dengan produk, pelayanan, orang, proses, dan lingkungan
yang memenuhi atau melebihi apa yang diharapkan.
Istilah mutu tidak lepas dari menejemen dari menejemen
mutu yang mempelajari setiap area dari menejemen oprasi dari perencanaan produk
ini dan fasilitas, sampai penjadwalan dan memonitor hasil. Menejemen mutu
merupaka bagian dari semua fungsi usaha yang lain ( pemasaran,
sumber daya manusia, keuangan, dan lain-lain ).
Mutu memerlukan suatu proses perbaikan yang
terus-menerus (conituous improvement process) dengan individual yang dapat
diukur, korporat dan tujuan performa nasional. Dukungan menejemen, kariyawan,
dan pemerintah untuk pembaikan mutu adalah penting untuk kompetisi yang efektif
di pasar global. Pembaikan mutu lbih dari suatu setrategi usaha, melainkan
suatu tangung jawab pribadi, bagian dari warisan kultural, dan sumber
penting kebangaan nasional. Komitmen terhadap mutu adalah suatu sifat yang di
formuasikan dan didemostrasikan dalam setiap lingkupkegiatan dan kehidupan,
serta mempunyai karakteristik hubungan kita yang paling dekat dengan angota
masyarakat.
Sumber: PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Nurul Diena Novania ST
Sumber: PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Nurul Diena Novania ST
B. Pentingnya Mutu Dalam Pelayanan kesehatan
Banyak pengertian tentang mutu antara lain:
1.
Mutu adalah tingkat kesempurnaan dan penampilan
sesuatu yang sudah diamati (Wnston Dictionary, 1956)
2.
Mutu adalah sifat ang dimiliki oleh suatu progam (
Donabedian,1980 )
3.
Mutu adalah totalitas dari wujud serta ciri suatu
barang atau jasa yang didalamnya terkandung pengertian rasa aman atau pemenuhan
kebutuhan para pengguna ( DIN ISO 8402, 1986 ).
Jadi mutu (quality) dapat didefinisikan sebagai
keseluruhan karakteristik barang atau jasa yang menunjukan kemampuan dalam
memuaskan kebutuhan konsumen, baik kebutuhan yang dinyatakanmaupun kebutuhan
yang tersirat.
Beberapa pengertian tentang mutu pelayanan kesehatan:
1.
Mutu pelayanan kesehatan adalah pelayanan kesehatan
yang dapat memuaskan setiap jasa pemakai pelayanan kesehatan yang sesuai dengan
tingkat kepuasan rata- rata penduduk serta penyelenggaraannya sesuai dengan
standar dan kode etik profesi ( Azhrul Aswar,1996 )
2.
Mutu pelayanan kesehatan adalah Memenuhi dan melebihi
kebutuhan serta harapan pelanggan melalui peningkatan yang berkelanjutan atas
seluruh proses. Pelanggan meliputi pasien, keluarga, dan lainnya yang datang
untuk mendapatkan pelayanan dokter, karyawan ( Mary R. Zimmerman )
Secara umum pengertian mutu pelayanan kesehatan adalah
derajat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar profesi dan
standar pelayanan dengan menggunakan potensi sumber daya yang tersedia di rumah
sakit atau puskesmas secara wajar, effisien, dan efektif serta diberikan secara
aman dan menuaskan secara norma , etika, hukum dan sosial budaya dengan
memperhatikan keterbatasan dan kemampuan pemerintah , serta masyarakat
konsumen.
Selain itu mutu pelayanan kesehatan diartikan berbeda
sebagai berikut :
1.
Menurut pasien/ masyarakat empati , menghargai, dan
tanggap sesuai dengan kebutuhan dan ramah.
2.
Menurut petugas kesehatan adalah bebas melakukan
segala sesuatu secara profesional sesuai dengan ilmu pengetahuan, keterampilan
, dan peralatan yang memenuhi standar.
3.
Menurut manajer / administrator adalah mendorong
manager untuk mengatur staf dan pasien/ masyarakat yang baik.
4.
Menurut yayasan atau pemilik adalah menuntut pemilik
agar memiliki tenaga profesional yang bermutu dan cukup.
Untuk mengatasi adanya perbedaan dimensi tentang
masalah peayanan kesehatan seharusnya pedoman yang dipakai adalah hakekat dasar
dari diselenggaranya pelayanan kesehatan tersebut. Yang dimaksud hakekat dasar
tersebut adalah memenuhi kebutuhan dan tuntunan para pemakai jasa pelayanan
kesehatan yang apabila berhasil dipenuhi akan menimbulkan rasa puas (client
satisfaction) terhadap pelayanan kesehatan yang diselenggarakan.
Jadi yang dimaksud dengan mutu pelayanan kesehatan
adalah menunjuk pada ringkat pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas
pada diri setiap pasien. Makin sempurna kepuasan tersebut, makin baik pula mutu
pelayanan kesehatan. Sekalipun pengertian mutu yang terkait dengan keputusan
ini telah diterima secara luas , namun penerapannya tidaklah semudah yang
diperkirakan. Masalah pokok yang ditemukan ialah karena kepuasan tersebut
bersifat subjektif. Tiap orang, tergantung dari kepuasan yang dimiliki, dapat
saja memiliki tingkat kepuasan yang berbeda untuk satu mutu pelayanan kesehatan
yang sama. Disamping itu sering pula ditemukan pelayanan kesehatan yang
sekalipun dinilai telah memuaskan pasien, namun ketika ditinjau dari kode etik
serta standar pelayanan profesi, kinerjanya tetap tidak terpenuhi.
Kesimpulan jadi mutu pelayanan kesehatan menunjuk
manusia pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan, dimana disatu puhak
dapat menimbulkan kepuasan dalam setiap pasien sesuai dengan tingkat keputusan
rata penduduk, akan tetapi dipihak lain dalam tatacara penyelengaraannya juga
sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan.
Sumber:
Uncategorized — milyandra
Diposkan
oleh Fhietry shie mentari pagi di 16.36
http://fitri-unipdu.blogspot.com/2013/03/pengertan-mutu-dan-dalam-pelayanan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar